Begini Tanggapan Mahfud MD Usai Dikritik Gegara Nonton Ikatan Cinta Saat PPKM Darurat | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Sabtu, 17 Juli 2021

Begini Tanggapan Mahfud MD Usai Dikritik Gegara Nonton Ikatan Cinta Saat PPKM Darurat

Begini Tanggapan Mahfud MD Usai Dikritik Gegara Nonton Ikatan Cinta Saat PPKM Darurat

Begini Tanggapan Mahfud MD Usai Dikritik Gegara Nonton Ikatan Cinta Saat PPKM Darurat

DEMOCRAZY.ID - Menko Polhukam Mahfud MD dikritik banyak pihak gara-gara bikin cuitan soal dirinya menonton sinetron 'Ikatan Cinta' saat PPKM darurat. 


Mahfud mengaku tak mempermasalahkan dirinya dikritik.


"Tak apa-apa kalau sinetron. Semua kritik dan dukungan bagus. Terima kasih atas semua kritik dan dukungan untuk cuitan saya itu. Itu artinya demokrasi berjalan, ada yang punya pandangan, ada yang mengkritik, ada yang mendukung, dan ada yang diam saja, tidak ada yang melanggar hukum," kata Mahfud saat dihubungi, Sabtu (17/6/2021).


Mahfud kemudian menjelaskan alasan dirinya membuat cuitan soal hukum pidana terkait adegan sinetron Ikatan Cinta. 


Dia menilai adegan dalam sinetron yang ditonton banyak orang tidak boleh asal-asalan karena berpengaruh terhadap masyarakat.


"Kalau yang itu, saya hanya ingin menyampaikan pesan penting agar di ruang publik yang banyak ditonton orang, hukum dipahami sesuai bidangnya. Ada perbedaan mendasar antara hukum pidana, hukum perdata, dan hukum administrasi. Kalau ini tak dipahami, ya kacau, apalagi kalau diperagakan sebagai tindakan aparat," ujarnya.


Mahfud juga mengatakan tetap bekerja selama PPKM darurat. 


Dia mengaku tetap menjalankan tugas sebagai Menko Polhukam selama PPKM darurat.


"Saya sih tetap bekerja, bahkan yang resmi, seperti rapat-rapat bisa sampai jam 22.00 WIB. Seharian, Jumat kemarin saya rapat berkali-kali sampai jam 21.00 WIB. Terakhir memimpin rapat lintas kementerian/lembaga sampai jam 21.30 WIB, membahas strategi media dan pengamanan G20 Presidency, yang akan berlangsung pada 2022. Ini kan masih ada COVID-19. Jadi mulai dibahas sekarang segala skenarionya," tuturnya. [Democrazy/okz]