Bantah Blusukan Jokowi Pencitraan, Fadjroel: Presiden Ingin Tahu Keadaan Rakyatnya | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 16 Juli 2021

Bantah Blusukan Jokowi Pencitraan, Fadjroel: Presiden Ingin Tahu Keadaan Rakyatnya

Bantah Blusukan Jokowi Pencitraan, Fadjroel: Presiden Ingin Tahu Keadaan Rakyatnya

Bantah Blusukan Jokowi Pencitraan, Fadjroel: Presiden Ingin Tahu Keadaan Rakyatnya

DEMOCRAZY.ID - Blusukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Jakarta Utara untuk membagikan sembako dan paket obat-obatan menuai sorotan. Jubir Presiden, Fadjroel Rachman, mengungkap alasan di balik Jokowi membagikan langsung sembako kepada warga.


Sorotan terkait blusukan Jokowi itu muncul di Twitter seperti dilihat, Jumat (16/7/2021). 


Sebagian pihak bahkan menyebut kunjungan Jokowi ke Jakut itu sebagai bentuk pencitraan.


Pembelaan datang dari Fadjroel. Menurut Fadjroel, Jokowi blusukan ke Jakut untuk mengetahui langsung keadaan masyarakat.


"Presiden ingin mengetahui langsung keadaan masyarakat di masa #PPKMDarurat sebagai bagian dari monitoring dan pengawasan program khususnya perlindungan sosial rakyat," ujar Fadjroel saat dihubungi lewat pesan singkat.


Jokowi sebelumnya blusukan ke permukiman warga di kawasan Sunter Agung, Jakarta Utara (Jakut), Kamis (15/7) kemarin. 


Jokowi datang ke Sunter Agung sekitar pukul 20.52 WIB.


Jokowi, yang mengenakan jaket berwarna cokelat, tampak berkeliling meninjau situasi. 


Dia kemudian membagikan langsung sembako ke rumah warga.


Jokowi mengatakan pembagian sembako ini merupakan tahap awal. 


Menurutnya, ada ratusan ribu ton beras yang akan dibagikan kepada warga.


"Malam hari ini saya berada di kampung Sunter Agung, dalam rangka mengawali pemberian sembako kepada masyarakat yang ini nanti akan diberikan menyeluruh yang sudah kita siapkan 200 ribu ton beras yang akan disalurkan nanti dari Bulog," ujar Jokowi.


Selain itu, Jokowi membagikan paket obat kepada warga yang terpapar COVID-19. Ada beberapa paket obat yang disiapkan.


"Saya juga membagikan apa itu paket obat, baik yang untuk gejala ringan paket satu dan paket dua gejala sedang dan juga paket ketiganya. Yang pada awal ini kita akan membagikan 300 ribu paket obat itu, kemudian nanti minggu depan akan diteruskan untuk paket kedua 300 ribu yang berikutnya," ujar Jokowi.


"Kita harapkan dengan pembagian sembako ini dan juga paket obat-obatan serta vitamin dan suplemen itu masyarakat bisa lebih tenang dalam menghadapi penyebaran pandemi COVID-19," imbuh Jokowi. [Democrazy/okz]