Anggota Komisi V DPR Sentil Wamendes PDTT: Fokus Saja Benahi Kinerja, Gak Usah Nyambi Buzzer! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Sabtu, 24 Juli 2021

Anggota Komisi V DPR Sentil Wamendes PDTT: Fokus Saja Benahi Kinerja, Gak Usah Nyambi Buzzer!

Anggota Komisi V DPR Sentil Wamendes PDTT: Fokus Saja Benahi Kinerja, Gak Usah Nyambi Buzzer!

Anggota Komisi V DPR Sentil Wamendes PDTT: Fokus Saja Benahi Kinerja, Gak Usah Nyambi Buzzer!

DEMOCRAZY.ID - Anggota Komisi V DPR Irwan menyentil Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi, karena dinilai telah menjadi buzzer atau pendengung.


Hal tersebut disampaikan Irwan menyikapi unggahan gambar karikatur oleh Budi Arie pada akun Facebook-nya.


Karikatur itu memperlihatkan lima jari dengan tulisan Demokrat secara terpisah, dan disetiap ujung jari ada gambar orang, serta bagian atas bertuliskan Pakai Tangan Adik-Adik Mahasiswa Lagi Untuk Kepentingan Syahwat Berkuasanya #BONGKARBIANGRUSUH.


Anggota Komisi V DPR Sentil Wamendes PDTT: Fokus Saja Benahi Kinerja, Gak Usah Nyambi Buzzer!


"Ketimbang kerja nyambi jadi buzzer lebih baik Budi Arie Setiadi sebagai Wamen fokus benahi kinerja, juga evaluasi proses perencanaan dan pengawasan internal Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi," kata Irwan, Sabtu (24/7/2021).


Menurutnya, banyak pekerjaan rumah Budi Arie yang harus segera dikerjakan, terutama terkait rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tentang pembayaran perjalanan dinas yang tidak tertib, dan kelebihan pembayaran terkait isu jual beli jabatan di Kemendes PDTT.


"Itu lebih konkret untuk diselesaikan dibanding nyambi dari Wamen juga jadi buzzer," kata Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat itu.


Irwan menyebut, Budi Arie yang saat ini menjadi pejabat negara seharusnya punya sense of crisis, apalagi terkait kewenangannya.


"Sampai hari ini pencairan BLT dana desa di tengah pandemi Covid-19 masih sangat rendah. Ini menandakan kinerja Kemendes buruk dalam membantu presiden tangani covid-19 terutama di desa - desa," tuturnya. [Democrazy/trb]