AS Klaim Telah Kirim 4 Juta Vaksin, Tapi Jokowi Mengaku Terima 3 Juta, Netizen: Kami Lebih Percaya Omongan Pemerintah AS! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 13 Juli 2021

AS Klaim Telah Kirim 4 Juta Vaksin, Tapi Jokowi Mengaku Terima 3 Juta, Netizen: Kami Lebih Percaya Omongan Pemerintah AS!

AS Klaim Telah Kirim 4 Juta Vaksin, Tapi Jokowi Mengaku Terima 3 Juta, Netizen: Kami Lebih Percaya Omongan Pemerintah AS!

AS Klaim Telah Kirim 4 Juta Vaksin, Tapi Jokowi Mengaku Terima 3 Juta, Netizen: Kami Lebih Percaya Omongan Pemerintah AS!

DEMOCRAZY.ID - Melalui Duta Besarnya, Sung Y. Kim, Amerika Serikat mengklaim telah mengirim 4 juta dosis vaksin Moderna pada Indonesia.


Seperti diberitakan Reuters, Amerika Serikat (AS) dikabarkan telah mendaratkan 4 juta vaksin di Indonesia.


Kedatangan vaksin dari AS ini pun langsung dipamerkan Presiden Joko Widodo dan para anak buahnya.


Namun, Jokowi mengumumkan jika yang datang 3 juta dosis vaksin Moderna, bukan 4 juta seperti yang diumumkan Dubes AS.


Lalu Bagaimana Sebenarnya?


Diberitakan Reuters, Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan melalui sambungan telepon, jika dirinya telah menyampaikan informasi tersebut kepada Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, Jumat 2 Juli 2021.


Lantas perbedaan jumlah dosis ini jadi sorotan Politisi Partai Demokrat, Syahrial Nasution.


Dia menilai pernyataan Penasihat Keamanan Nasional AS tersebut tidak sesuai dengan apa yang telah disampaikan Presiden Jokowi.


“Bapak Presiden Jokowi Yth. Mohon ijin. Pemerintah AS resmi mendonasikan 4 juta dosis vaksin Moderna untuk program emergensi di Indonesia,” tulis Syahrial Nasution, seperti dilansir dari akun Twitternya pada Minggu 11 Juli 2021.


Presiden Jokowi di akun Twitter resminya, Indonesia telah menerima vaksin Moderna sebanyak 3 juta dosis yang telah dikirimkan pemerintah AS.


“Namun, menurut bapak (Presiden Jokowi) hanya ada 3 juta dosis,” ungkapnya.


Lantas, Syahrial Nasution pun mempertanyakan terkait keberadaan 1 juta dosis Moderna yang telah dikirimkan pemerintah AS.


“Apakah yang 1 juta dosis lagi dibatalkan, datang terpisah atau bapak hanya dilapori cuma 3 juta dosis? Terimakasih,” tanya Syahrial Nasution kepada Presiden Jokowi.


“Di negeri ini korupsinya juga vaksin. Donasi 4 juta binsalabin jadi 3 juta Paling jago klau soal melenyapkan. Mau dijual barang kali,” balas akun @guy.


“Saya lebih percaya omongan pemerintah AS daripada omongan si anu,” balas akun @erl.


Penjelasan Duta Besar


Dilansir dari laman resmi, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Sung Y. Kim mengucapkan selamat kepada Indonesia atas kedatangan tiga juta dosis vaksin Covid-19 Moderna pemberian pemerintah Amerika Serikat pada 11 Juli.


Pemerintah Amerika Serikat akan memberikan satu juta dosis tambahan kepada Indonesia sebagai bagian dari tahap pengiriman vaksin ini.


Pengiriman ini merupakan bagian dari COVAX Advance Market Commitment (COVAX AMC), sebuah inisiatif global untuk mendukung akses adil ke vaksin-vaksin Covid-19 yang aman dan efektif.


Dengan adanya pengiriman ini, maka Indonesia telah menerima lebih dari 11,2 juta dosis vaksin melalui COVAX AMC.


“Saat virus corona terus menyebar di seluruh dunia, dan dengan munculnya varian-varian baru, memvaksin sebanyak mungkin manusia – dan secepat mungkin – menjadi langkah yang sangat penting,” ujar Dubes Kim.


“Laju penyebaran penyakit ini yang begitu cepat telah memperlihatkan kepada kita bahwa tidak ada satu bangsa oun yang bisa bertindak sendirian untuk melawan pandemi global. Amerika Serikat berkomitmen untuk melindungi nyawa orang-orang di Indonesia dengan bermitra dengan pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk meningkatkan upaya vaksinasi,” imbuhnya.


Amerika Serikat mempercepat akses global ke vaksin-vaksin Covid-19 yang aman dan efektif melalui kontribusi historis senilai 2 miliar dolar AS kepada Gavi, the Vaccine Alliance.


Kontribusi AS mendukung pembelian dan pengiriman vaksin-vaksin Covid-19 untuk 92 negara berpenghasilan rendah dan menengah, termasuk Indonesia, melalui Gavi COVAX Advance Market Commitment.


Langkah ini akan membantu melindungi sejumlah populasi dunia yang paling rentan dan berisiko dari Covid-19 dan menekan penyebaran varian-varian baru.


Presiden Biden berkomitmen untuk menyediakan 80 juta vaksin Covid-19 yang aman dan efektif untuk negara-negara yang memerlukan di seluruh dunia.


Indonesia akan menerima sebagian dari donasi vaksin global ini. Rencana Presiden Biden terkait 80 juta dosis yang akan didonasikan ini mencakup lebih dari 23 juta dosis untuk Asia, sebagai upaya untuk menjaga agar kawasan – dan Indonesia – aman.


Hingga hari ini, Amerika Serikat telah menginvestasikan hampir 36 juta dolar untuk mendukung upaya Indonesia dalam menekan transmisi Covid-19.


Kemudian meningkatkan tes dan perawatan, serta menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu tentang pandemi ini agar setiap orang terlindungi dari penyakit ini.


Amerika Serikat juga telah mendonasikan 1.000 unit ventilator yang kini digunakan di lebih dari 600 fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.


Melalui dukungan kami kepada Gavi, Amerika Serikat bekerja dengan para mitra dan pemerintah di seluruh dunia untuk memvaksinasi populasi rentan, menjangkau mereka yang tidak memiliki pilihan lain, dan membantu memastikan bahwa tidak ada seorang pun yang harus menghadapi tantangan pandemi global sendirian.


"Kami terus berkomitmen terhadap kemitraan dengan pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk menyelamatkan nyawa dan bekerja menuju pembukaan kembali perekonomian Indonesia secara aman," jelasnya. [Democrazy/mgr]