Rocky Gerung: Dua Tahun Lagi Indonesia Bakal Diasuh oleh Oligarki dan Lembaga Survei! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Senin, 07 Juni 2021

Rocky Gerung: Dua Tahun Lagi Indonesia Bakal Diasuh oleh Oligarki dan Lembaga Survei!

Rocky Gerung: Dua Tahun Lagi Indonesia Bakal Diasuh oleh Oligarki dan Lembaga Survei!


Rocky Gerung: Dua Tahun Lagi Indonesia Bakal Diasuh oleh Oligarki dan Lembaga Survei!


DEMOCRAZY.ID - Lembaga survei Parameter Politik Indonesia pada Sabtu, 6 Juni 2021 lalu merilis sebuah survei mengenai tiga periode Presiden Joko Widodo (Jokowi).


Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menyatakan, melalui survei itu didapati 57,2% menyatakan tidak setuju masa jabatan presiden diperpanjang. Sementara 27,8% setuju dan 19,5% tidak menjawab.


Selain itu, lembaga survei LSI juga melakukan survei terhadap sejumlah tokoh perempuan di Indonesia yang dirasa pantas menjadi Capres (Calon Presiden) 2024.


Melalui survei itu didapati, elektabilitas Tri Rismaharini 5,5%, Susi Pudjiastuti 2,3%, Khofifah Indar Parawansa 1,8%, Sri Mulyani Indrawati 0,5%, dan Puan Maharani 0,1%.


Menanggapi hal ini, Rocky Gerung, pengamat politik kembali membagikan pandangannya melalui Youtube Rocky Gerung Official.


Rocky menganalisa, dua tahun lagi politik Indonesia akan diasuh oleh lembaga survei dan oligarki dengan berbagai tujuan.


“Kita membayangkan bahwa politik dalam dua tahun ke depan ini akan diasuh bukan oleh partai politik tapi oleh lembaga survei sekaligus oleh oligarki, jadi ada dua pengasuh di dalam politik Indonesia sekarang,” ucapnya dilansir Senin, 7 Juni 2021.


“Oligarki siap-siap memantau siapa yang potensial untuk dijebakkan lagi di dalam pertandingan politik, lalu lembaga survei berharap dapat tetesan kemakmuran melalui para kandidat,” imbuhnya.


Lebih jauh, Rocky menyoroti permasalahan yang saat ini terjadi di PDIP mengenai pengakuan mereka sebagai partai kader.


“Nah PDIP selalu punya problem itu dari awal, berupaya untuk jadi partai kader. Kader itu hanya disebut kader kalau ada perbandingan dengan kader lain di dalam partainya sendiri,” ungkapnya.


Ahli filsuf ini menjelaskan, apa yang dimaksud dengan kader hingga mengatakan, PDIP tidak pernah membuka kompetisi antar kader sehingga muncul Puan sebagai kader tunggal.


“Kalau kadernya tunggal, itu bukan kader namanya, karena gak ada kompetisi antar kader,” tuturnya.


“Nah itu yang terjadi di PDIP sekarang, karena gak pernah dibuka kompetesi antar kader, maka ada kader tunggal namanya Puan Maharani,” tandas dia.


Kembali lagi, Rocky mengatakan bahwa akhirnya politik Indonesia diasuh oleh agenda oligarki yang selalu berulang setiap lima tahun.


“Jadi politik Indonesia akhirnya diasuh bukan oleh agenda negara tapi oleh agenda oligarki tuh dan itu yang berlangsung setiap kali putaran lima tahun. Ini intinya,” tuturnya. [Democrazy/gmd]