Polemik Penolakan Masjid Muhammadiyah di Banyuwangi, Aktivis Politik: Warga NU Diperalat Neo PKI! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Senin, 07 Juni 2021

Polemik Penolakan Masjid Muhammadiyah di Banyuwangi, Aktivis Politik: Warga NU Diperalat Neo PKI!

Polemik Penolakan Masjid Muhammadiyah di Banyuwangi, Aktivis Politik: Warga NU Diperalat Neo PKI!

Polemik-Penolakan-Masjid-Muhammadiyah-di-Banyuwangi-Aktivis-Politik-Warga-NU-Diperalat-Neo-PKI

DEMOCRAZY.ID - Neo PKI mempunyai peran penolakan masjid Muhammadiyah di Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim). 


Neo PKI sudah melakukan adu domba sesama umat Islam di masyarakat.


“Saya melihat penolakan pembangunan masjid Muhammadiyah di Banyuwangi ada peran terselubung Neo PKI. Ini bagian politik adu domba sesama umat Islam,” kata aktivis politik Rahman Simatupang, Senin (7/6/2021).


Menurut Rahman, Banyuwangi merupakan basis pendukung PKI pada tahun 1965 dan kemungkinan saat ini mereka melakukan konsolidasi di daerah tersebut. 


“Warga NU diperalat Neo PKI untuk menolak keberadaan masjid di Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi,” paparnya.


Rahman mengatakan, hubungan sesama umat Islam khususnya NU-Muhammadiyah akan dibenturkan neo PKI di berbagai daerah. 


“Kawasan Tapal Kuda di Jawa Timur seperti Sitobundo, Bondowoso, harus mewaspadai pergerakan Neo PKI,” jelasnya.


Ia juga menyoroti Neo PKI yang sudah melakukan propaganda melawan Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PKI). 


“Kalangan Kristen juga dituding kadrun alias kadal gurun oleh Neo PKI karena menolak pelemahan KPK,” ungkap Rahman.


Rahman mengatakan, buzzerRp itu bagian Neo PKI yang melakukan propaganda opini publik di dunia maya. 


“Kalau menjelang peristiwa 65 PKI mempunyai Harian Rakyat, kalau sekarang Neo PKI mempunyai buzzerRP,” kata Rahman.


Sejumlah warga ramai-ramai geruduk kantor Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, pada Kamis, 3 Juni 2021. 


Kedatangan mereka untuk menolak pembangunan Masjid Muhammadiyah di desa tersebut. [Democrazy/suaranas]