Pembicaraan Dengan Pimpinan KPK Dibongkar Pegawai ke Medsos, Isinya Bikin Geleng Kepala | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Rabu, 26 Mei 2021

Pembicaraan Dengan Pimpinan KPK Dibongkar Pegawai ke Medsos, Isinya Bikin Geleng Kepala

Pembicaraan Dengan Pimpinan KPK Dibongkar Pegawai ke Medsos, Isinya Bikin Geleng Kepala

Pembicaraan-Dengan-Pimpinan-KPK-Dibongkar-Pegawai-ke-Medsos-Isinya-Bikin-Geleng-Kepala

DEMOCRAZY.ID - Salah satu pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang gagal dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) KPK, Tata Khoiriyah, akhirnya mengungkapkan isi pembicaraannya dengan salah satu pimpinan KPK.

Pembicaraan itu terkait dengan isu panas yang menggelinding di KPK ihwal 75 pegawai KPK yang bakal keluar dari gedung merah putih, KPK. 


"Malam takbiran, saya ditelepon oleh salah satu pimpinan KPK. Ia mengaku kaget bahwa saya masuk dalam daftar 75 pegawai yang tak lulus TWK."


"Kita akan cari cara dan jalan keluar, mbak' Ujarnya saat itu," tulis Tata di akun twitter pribadinya @tatakhoriyah Selasa malam (25/5/2021) sambil menirukan pernyataan pimpinan KPK yang tak disebutkan namanya itu. 


Tata lalu menyampaikan kekhawatirannya soal stigma publik yang akan mereka terima sebagai konsekuensi tidak lulus TWK itu.


Sebab, label radikal akan menempel kuat pada mereka yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dalam TWK tersebut. 


Seperti diberitakan sebelumnya, soal-soal dalam TWK itu menuai kontroversi lantaran tak terkait langsung dengan wawasan kebangsaan. 


"Pak, mohon maaf, yang saya khawatirkan adalah pelabelan dan stigma kepada 75 nama tersebut. Bagaimana sikap pimpinan?'. Label & stigma radikal, Taliban, Antipancasila, itu rentan disematkan kepada 75 nama yang dinyatakan TMS," katanya. 


Pimpinan KPK yang tak disebutkan namanya dalam perbincangan itu lalu menjawabnya, ia mengatakan, dirinya mengenal baik pribadi Tata yang berlatar belakang NU bahkan menjadi bagian dari kelompok Gusdurian. 


"Ia menimpali, 'lho, orang-orang kan tahu, mbak Tata tidak seperti itu. Apalagi kenal mbak bagaimana dekatnya dengan NU & GUSDURian," kata Tata menirukan jawaban pimpinan KPK yang di maksud. 


Tata lalu menimpali. "Maaf pak, itu saya pribadi. Bagaimana dengan 74 lainnya?," tanya Tata. 


Tata lalu mengatakan, ia dijanjikan akan mengupayakan yang terbaik bagi 75 pegawai KPK yang dinyatakan TMS itu. 


"Ia menjanjikan akan mengupayakan yang terbaik," tulis Tata. 


Tetapi, janji tinggalah janji. Tata justru mendapatkan kenyataan pahit setelah pernyataan terbaru pimpinan KPK yang justru semakin membuat stigma baru bagi mereka.


"Dan, hari ini justru 51 nama dinyatakan MERAH. Tidak bisa bergabung lagi dengan KPK. Tidakkah itu pelabelan yang cukup kejam?," keluh Tata sambil mengunggah pernyataan salah satu pimpinan KPK yang dikutip salah satu media online berjudul "KPK: 51 Pegawai KPK 'Merah' Tak Mungkin Dibina".


Berita itu memajang foto closeup Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. 


Cuitan Tata itu disukai oleh 5.526 kali dan di retweet sebanyak 1.481. Pernyataan itu juga dikomentari beragam oleh netizen. [Democrazy/akrt]