Megawati Ingat Mati dan Zombie, Perutnya Sering Mules Lihat Derita Rakyat | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Senin, 31 Mei 2021

Megawati Ingat Mati dan Zombie, Perutnya Sering Mules Lihat Derita Rakyat

Megawati Ingat Mati dan Zombie, Perutnya Sering Mules Lihat Derita Rakyat

Megawati-Ingat-Mati-dan-Zombie-Perutnya-Jadi-Mules-Lihat-Derita-Rakyat

DEMOCRAZY.ID - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memberikan arahan kepada kadernya dalam acara peresmian kantor PDIP di sejumlah daerah. 

Dalam arahannya, Megawati menyinggung kelakuan kader partainya yang macam-macam. 


Ada yang gegayaan beli kursi kerajaan, ada pula yang ogah turun menemui rakyat. Megawati juga ingat soal mati dan zombie.


Selain itu, Megawati mengaku prihatin dengan rakyat yang hidupnya susah. 


Putri proklamator itu sampai gemes dan ingin banyak bicara dengan kadernya yang kini menjabat Menteri Sosial Tri Rismaharini lho.


Kursi Kerajaan


Pada awal pengarahan, Megawati menekankan pentingnya sebuah kantor bagi partai, supaya kegiatan partai bisa berlangsung terus menerus karena kader punya markas.


Megawati pun berharap kalau bisa kantor PDIP itu bisa juga sampai tingkat RT atau anak ranting gitu. 


Jadi bukan cuma kantor DPD untuk provinsi, kantor DPC untuk kabupaten, kantor PAC untuk kecamatan saja.


Untuk masalah kantor, Megawati mewanti-wanti agar kantor ini jadi aset partai, dan pastikan izin dan lainnya sudah diurus. 


Mega juga mengancam jangan sampai kantor sebagai aset partai ini nanti dijual. Awas kalau sampai dijual, sebab aset partai itu kan bukan milik pribadi.


Dia juga menyindir jangan sampai kader partainya itu cuma mengincar kedudukan dari DPP sampai PAC saja dan ogah turun ke masyarakat. 


Kalau jauh dari rakyat, Megawati yakin, nantinya kader yang kelakuannya seperti ini tak akan dipilih rakyat lagi lho.


Kemudian, dia menyindir kelakuan kader partai yang gegayaan gitu.


“Saya suka lihat, wah terus beli seperti kursi kerajaan. Gunanya kursi kerajaan ada toh? Buat apa ya beli gituan. Yang dinanti rakyat itu pikiran kita, karakter itu yang bisa menyatukan hati dengan rakyat,” jelasnya.


Kepada kadernya, Megawati mengatakan bisa saja dia pilih santai saja nggak usah mantau dan ngurusi partai. 


Lagian Megawati sudah berkali-kali jadi Ketua Umum PDIP. Tapi kan dia memilih setiap saat memantau perkembangan partai dengan sekretaris jenderal.


Mules Perut Lihat Derita Rakyat


Dalam arahan lainnya, Megawati perhatian dengan rakyat yang hidupnya sengsara di kota-kota besar seperti DKI Jakarta. 


Mega prihatin banget warga yang hidup dengan rumah beden-bedeng di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. 


Padahal lahannya itu cuma 500 meter saja, tapi di situ berjubel bedeng-bedeng.


Lantaran prihatin itu, Megawati pun ingin cepat bertemu dengan Menteri Sosial Tri Rismaharini.


“Ayo mbak risma yang kuat pokoknya nanti datang saya mau ketemu,” kata dia.


Megawati mengatakan orang yang tinggal di bedeng-bedeng itu setahunya kerjaannya menjual makanan di gerobak tapi anaknya banyak dan ternyata mereka ini adalah orang-orang dari daerah. 


Megawati sampai bingung kenapa dengan persoalan urbanisasi ini, sampai-sampai dia juga curhat ke Presiden Jokowi dan berniat diskusi dengan Risma.


“Perutku sampai mules mbak (Risma), piye wong-wong itu, dari gizi saja sudah nggak penuhi syarat, belum lagi sisi pendidikan. 


Bangun masyarakat itu kan fisiknya. Eh dengar ya, fisiknya adalah sandang papan pangan, tapi kalau buat membangunnya itu kesehatan dan penddidikan, itu tugas utama kalian (kader PDIP) itu lho,” kata Megawati dalam siaran Youtube PDIP, dikutip Senin 31 Mei 2021.


Megawati Ingat Mati dan Zombie


Megawati dalam acara itu berterima kasih kepada para kader yang mendoakannya bisa panjang umur dan selalu sehat.


Namun demikian, Megawati sadar manusia ada saatnya kembali ke asalnya yaitu dipanggil Tuhan. 


Makanya dia mengingatkan diri sendiri bahwa hidup ini akan ada ujungnya.


“Terima kasih, saya didoakan dibilang panjang umur, sehat, pikirannya terang makasih lho. Banyak yang mendoakan, tapi ya jangan lupa yang punya di sana lho (menunjuk ke atas). Nanti kalau ada yang bersiul-siul bilang coming home, kamu mau apa? Kalau lama-lama bisa jadi zombie, kalau nggak pulang-pulang,” tuturnya. [Democrazy/hps]