Konflik Israel-Palestina, Rocky Gerung: Baru di Era Jokowi Ini Kita Kehilangan Peran Juru Perdamaian Konflik! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Minggu, 16 Mei 2021

Konflik Israel-Palestina, Rocky Gerung: Baru di Era Jokowi Ini Kita Kehilangan Peran Juru Perdamaian Konflik!

Konflik Israel-Palestina, Rocky Gerung: Baru di Era Jokowi Ini Kita Kehilangan Peran Juru Perdamaian Konflik!

Konflik-Israel-Palestina-Rocky-Gerung-Baru-di-Era-Jokowi-Ini-Kita-Kehilangan-Peran-Juru-Perdamaian-Konflik

DEMOCRAZY.ID - Pengamat politik, Rocky Gerung turut menyoroti konflik Israel - Palestina yang masih berlangsung panas hingga saat ini.

Rocky Gerung menilai konflik Israel - Palestina lebih dari sekadar konflik antaragama, melainkan konflik kemanusiaan.


Untuk itu, ia meminta rakyat Indonesia membela Palestina tanpa memandang suku, ras, dan agama.


Rocky Gerung juga mengatakan Palestina dan Indonesia memiliki nasib sama yakni pernah merasakan pedihnya imperialisme atau penjajahan.


Ia mengingatkan amanat alinea pertama pembukaan UUD 1945 yaitu penjajahan harus dihapuskan.


“Undang-Undang 1945 mengatakan bela lah mereka yang teraniaya karena kita pernah mengalami imperialisme. Maka dengan itu, kita membela Palestina,” katanya seperti dikutip dari kanal YouTube Rocky Gerung Official, Minggu (16 Mei 2021).


“Bukan karena Palestina itu muslim, tapi dia berada dalam posisi yang teraniaya. Kita yang pernah marasakan menjadi bangsa yang teraniaya, anggap pembelaan kepada Palestina itu sebagai sebuah pekerjaan yang etis,” tambahnya.


Dari UUD 1945 pula, Rocky Gerung mengaku dapat melihat kelemahan politik luar negeri Indonesia semenjak dipimpin Presiden Jokowi.


“Padahal dulu, Indonesia selalu memiliki peran besar dalam keberlangsungan konflik Israel - Palestina,” ungkapnya.


Menurut Rocky Gerung, sebelum memasuki era kepemimpinan Jokowi, Indonesia memiliki peran sebagai juru perdamaian dalam konflik Israel - Palestina.


“Pada zaman Presiden Soeharto, B.J. Habibie, dan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), profil kita sebagai juru perdamaian konflik Israel - Palestina itu kuat sekali,” jelasnya.


“Sedangkan pemerintahan Presiden Jokowi itu kita terkesan tidak mau bergaul dengan dunia internasional,” tambah Rocky.


Rocky juga menyinggung sikap komunitas internasional terkait peran Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi dalam hal konflik Israel – Palestina.


“Jadi, jika Indonesia ingin menjadi mediator dalam konflik Israel - Palestina, maka orang-orang di dunia enggak akan anggap bahkan terkesan mengacuhkan Indonesia,” pungkas Rocky Gerung. [Democrazy/gmd]