Geram Dicap Radikal, Keras & Intoleran, Habib Bahar: Kenapa Ceramah Saya yang Lembut Tidak Pernah Dibahas? | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Rabu, 19 Mei 2021

Geram Dicap Radikal, Keras & Intoleran, Habib Bahar: Kenapa Ceramah Saya yang Lembut Tidak Pernah Dibahas?

Geram Dicap Radikal, Keras & Intoleran, Habib Bahar: Kenapa Ceramah Saya yang Lembut Tidak Pernah Dibahas?

Geram-Dicap-Radikal-Keras-dan-Intoleran-Habib-Bahar-Kenapa-Ceramah-Saya-yang-Lembut-Tidak-Pernah-Dibahas

DEMOCRAZY.ID - Habib Bahar bin Smith menyayangkan tudingan dari beberapa pihak yang ditujukan kepadanya.

Habib Bahar melalui sidang kasus penganiyaan yang menjerat dirinya menceritakan banyaknya label yang disematkan kepadanya.


Ia mengatakan bahwa orang-orang hanya menyoroti ceramahnya yang keras saja.


Habib Bahar mengklaim kerasnya ceramahnya karena ingin membela masyarakat.


"Banyak orang selalu bicara Habib Bahar ceramah keras, begini, begitu, karena saya membela rakyat. (Video) yang selalu diputar ceramah saya yang keras," ujar Habib Bahar, Rabu 19 Mei 2021.


Lebih lanjut, Habib Bahar mengatakan bahwa ceramahnya yang lembut tak pernah dimainkan.


Akibatnya, kata Habib Bahar, orang-orang mencap dirinya sebagai seseorang yang radikal, keras sertai intoleran.


"Ketika saya ceramah lembut, tidak pernah diputar sehingga orang mengidentikkan saya dengan radikal, keras, dan intoleran," kata Habib Bahar.


Di samping itu, Habib Bahar juga mengatakan bahwa dirinya memaafkan bagi pihak-pihak yang menghina dirinya.


Bahkan, kata Habib Bahar, dirinya meminta kepada hakim agar para pihak yang menghinanya tak berakhir di balik jeruji.


"Saya bikin surat yang mulia (majelis hakim). Saya bikin surat untuk saya mohon kepada majelis hakim di Singkawang untuk membebaskan (orang) yang sudah menghina saya karena saya sudah memaafkan dia dan dia tidak memiliki salah kepada saya," tutur Habib Bahar.


"Saya memaafkan siapapun yang menghina pribadi saya, asalkan tidak menghina agama saya," imbuhnya. [Democrazy/trk]