Gak Terima Prajuritnya Dikepung Mata Elang, Mayjen Dudung: Tidak Menghargai TNI! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Senin, 10 Mei 2021

Gak Terima Prajuritnya Dikepung Mata Elang, Mayjen Dudung: Tidak Menghargai TNI!

Gak Terima Prajuritnya Dikepung Mata Elang, Mayjen Dudung: Tidak Menghargai TNI!

Gak-Terima-Prajuritnya-Dikepung-Mata-Elang-Mayjen-Dudung-Tidak-Menghargai-TNI

DEMOCRAZY.ID - Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman geram atas ulah 11 debt collector yang menghadang dan mengepung Serda Nurhadi, Babinsa Semper Timur Kodim 0502/Jakut. 

Menurut jenderal bintang dua tersebut, prajuritnya saat itu hendak menolong warga yang sedang sakit.


"Sangat disayangkan para debt collector tidak menghormati, menghargai ada petugas, anggota TNI yang mencoba membawa kendaraan ke rumah sakit, hanya ingin menolong masyarakat," kata Dudung di Jakarta, Senin (10/5/2021).


Selain itu kata dia, Pomdam Jaya juga telah memeriksa Serda Nurhadi dan melakukan klarifikasi atas kejadian tersebut. 


Dia memastikan, prajuritnya tersebut tak terkait dengan pemilik mobil yang sedang dikejar 11 mata elang yang kini telah diamankan di Polres Jakarta Utara.


"Tidak ada kaitan sama sekali, Serda Nurhadi hanya ingin membantu agar tidak terjadi kemacetan, membantu masyarakat yang sedang kesulitan," jelasnya.


Di sisi lain, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran untuk menindak tegas segala bentuk aksi debt collector yang meresahkan masyarakat.


"Saya sudah koordinasi dengan Kapolda, perilaku debt collector seperti ini akan kita hentikan," tegasnya.


Sekadar diketahui, peristiwa pengadangan ini viral di media sosial (medsos). 


Pada hari Kamis tanggal 6 Mei 2021 sekira pukul.14.00 WIB, pada saat Serda Nurhadi anggota Babinsa Semper Timur mendapatkan laporan ada kendaraan didepan kantor Kelurahan Semper Timur yang macet total karena terdapat sebuah mobil jenis Honda Mobilio Nopol B 2638 BZK warna putih dikepung sejumlah mata elang. [Democrazy/okz]