Ditangkap & Dijebloskan ke Penjara, Aktivis Oposisi Ini Nyatakan Kapok Berpolitik | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Senin, 03 Mei 2021

Ditangkap & Dijebloskan ke Penjara, Aktivis Oposisi Ini Nyatakan Kapok Berpolitik

Ditangkap & Dijebloskan ke Penjara, Aktivis Oposisi Ini Nyatakan Kapok Berpolitik
Ditangkan-dan-Dijeblokskan-ke-Penjara-Aktivis-Oposisi-Ini-Nyatakan-Kapok-Berpolitik


DEMOCRAZY.ID - Mantan anggota parlemen Hong Kong yang berseberangan dengan pemerintah China, Raymond Chan Chichuen menyatakan mengundurkan diri dari partainya dan berbagai aktivitas politik. 

Dalam pernyataan singkat yang diunggah oleh saudara perempuannya pada Minggu (2/5), Chan menyatakan mundur dari Partai People Power yang dipimpinnya. 


"Mulai sekarang, saya tidak lagi sebagai kandidat dari berbagai lembaga publik dan tidak terlibat dalam berbagai bentuk pemilu di semua tingkatan. Mulai sekarang juga, saya tidak akan ikut long march, demonstrasi, protes atau apa pun yang berbau politis," ujarnya dikutip South China Morning Post, Senin.


Chan saat ini di dalam penjara dan sedang menunggu sidang atas pelanggaran Undang-Undang Keamanan Nasional. Tidak ada pernyataan lebih lanjut mengenai perubahan sikap Chan tersebut. 


Partai People Power dalam akun Facebook menyatakan menghormati, memahami, dan bisa menerima keputusan Chan.


"People Power ingin mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Chan atas pengabdiannya yang tanpa pamrih kepada partai dan pengorbanan serta kontribusinya dalam membangun demokrasi di Hong Kong," demikian unggahan partai. Chan merupakan penyiar radio dan televisi tenar pada era 1990-an sebelum memutuskan terjun ke dunia politik pada 2010.


Chan kemudian meraih kursi di Dewan Legislatif pada 2012, dan beberapa hari kemudian dia mengumumkan jati dirinya sebagai seorang gay.


Sejak saat itu dia menyuarakan hak-hak LGBT di kotanya. 


Pada 2016, dia terpilih kembali sebagai anggota parlemen. Sejak saat itu, sikap-sikapnya selalu berseberangan dengan Beijing. [Democrazy/jpn]