Tragedi KRI Nanggala 402, Rocky Gerung: Perbaharui Kapalnya, Bukan Pamer Jalan Tol! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Senin, 26 April 2021

Tragedi KRI Nanggala 402, Rocky Gerung: Perbaharui Kapalnya, Bukan Pamer Jalan Tol!

Tragedi KRI Nanggala 402, Rocky Gerung: Perbaharui Kapalnya, Bukan Pamer Jalan Tol!

Tragedi-KRI-Nanggala-402-Rocky-Gerung-Perbaharui-Kapalnya-Bukan-Pamer-Jalan-Tol

DEMOCRAZY.ID - Pengamat politik, Rocky Gerung turut menyoroti perihal gugurnya 53 kru KRI Nanggala 402 di kedalaman 838 meter perairan Bali.

Rocky Gerung menyebut, KRI Nanggala 402 merupakan salah teknologi tinggi milik Indonesia yang diperlukan kecermatan dalam mengendalikannya.


"Ketika kita masuk ke dalam kapal selam (KRI Nanggala 402), maka kapal selam lah yang mengendalikan kita. Tetapi sistem teknologi itu langsung menyatu dengan kita untuk menjalankan sebuah pekerjaan," ujar Rocky dikutip dari kanal YouTube Rocky Gerung Official, Senin 26 April 2021.


Maka dari itu, Rocky menyebut, hubungan antara manusia dan teknologi itu tergolong ke dalam simbiosis mutualisme atau hubungan yang saling memberikan keuntungan antar kedua belah pihak.


Begitupun dengan hubungan antara kru KRI Nanggala 402 dengan teknologi di dalamnya.


"Teknologi membutuhkan manusia untuk digerakkan manusia dan manusia membutuhkan teknologi untuk mencapai sebuah maksud," tuturnya.


Tidak hanya itu, menurut Rocky, insiden tenggelamnya KRI Nanggala 402 kini telah menjadi sorotan dunia internasional.


Rocky menyebut, kapal selam itu identik dengan yang namanya misi rahasia dan bahkan kalau bisa kapal selam itu tidak boleh terdeteksi oleh sistem informasi negara lain.


Jadi, menurut Rocky, tenggelamnya KRI Nanggala 402 harus menjadi bahan evaluasi dari potensi persaingan dengan negara-negara di satu kawasan.


"Pasti ada bantahan soal KRI Nanggala 402 itu kapal tua, yang penting adalah operasionalnya dan pemeliharaannya," kata Rocky.


Menurut Rocky, bantahan tersebut didasari dengan besarnya anggaran yang harus dikeluarkan pemerintah Indonesia untuk KRI Nanggala 402.


Rocky menilai pemerintah di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus menerus memamerkan panjangnya jalan tol.


Maka dari itu, Rocky menyebut, kesulitan utama rezim Jokowi adalah memperbaharui teknologi. Menurutnya, hal tersebut harus didahulukan Presiden Jokowi.


"Perbaharui kapalnya, bukan malah pamer jalan tol," ungkapnya.


Menurutnya, jika Presiden Jokowi tidak memperbaharui kapal tersebut, maka hal tersebut dapat membuat intelijen asing mencium adanya titik lemah pada sistem intelijen Indonesia. [Democrazy/glm]