'Tolak Jokowi 3 Periode' Trending, Netizen: Kerja Kerja Kerja, tapi Bikin Bangkrut Negara! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Senin, 12 April 2021

'Tolak Jokowi 3 Periode' Trending, Netizen: Kerja Kerja Kerja, tapi Bikin Bangkrut Negara!

'Tolak Jokowi 3 Periode' Trending, Netizen: Kerja Kerja Kerja, tapi Bikin Bangkrut Negara!

Tolak-Jokowi-3-Periode-Trending-Netizen-Kerja-Kerja-Kerja-tapi-Bikin-Bangkrut-Negara

DEMOCRAZY.ID - Pada hari Senin, 12 April 2021 ini, tagar "Tolak Jokowi 3 Periode" menjadi salah satu trending topic di media sosial Twitter.

Setelah terkini.id melakukan penelusuran, rupanya tagar tersebut digunakan oleh para netizen untuk menyuarakan opininya menolak masa jabatan Presiden Jokowi ditambah sampai tiga periode.


Seperti yang kita tahu, sebelumnya memang berembus kabar miring bahwa Presiden Jokowi akan mengubah UU demi memuluskan jalannya tiga periode.


Tak hanya sekali, tetapi isu tersebut telah menyerangnya dua kali. Tepatnya pada akhir tahun 2019 lalu.


Kemudian tudingan kedua terjadi di tahun 2021 ini ketika Amien Rais membeberkan kecurigaanya bahwa akan ada skenario mengubah ketentuan dalam Undang Undang Dasar 1945 perihal masa jabatan presiden dari dua periode menjadi tiga periode.


Kedua tudingan tersebut tentu saja telah dijawab tegas oleh Presiden Jokowi dengan mengatakan bahwa dirinya tak berniat untuk maju hingga tiga periode.


Terbaru, pada 15 Maret 2021, Presiden Jokowi kembali menjawab tudingan itu dan menegaskan bahwa dirinya hanya akan memimpin Indonesia selama dua periode.


"... dan sikap saya terhadap konstitusi yang membatasi masa jabatan presiden hanya dua periode tidak berubah sampai detik ini," tulis Presiden Jokowi dalam media sosialnya kala itu, Senin, 12 April 2021.


"Saya sama sekali tidak memiliki niat, juga tidak berminat, untuk menjadi presiden tiga periode," sambungnya.


"Undang-Undang Dasar 1945 telah mengatur masa jabatan presiden paling lama dua periode. Mari kita patuhi bersama," pungkas Presiden Jokowi.


Namun, entah mengapa pada pekan kedua April ini, tagar "Tolak Jokowi 3 Periode" tiba-tiba menjadi trending topic di media sosial Twitter.


Keheranan itu tampak dirasakan oleh beberapa netizen yang juga menggunakan tagar tersebut untuk mengungkapkan rasa heran mereka.


"Kenapa buat hashtag kaya gini kan emg udah bilang ga bakal 3 periode kok gini dah bingung gw. #TolakJokowi3Periode," tulis akun @kang_ngetweet seraya melampirkan tangkapan layar klarifikasi Presiden Jokowi.


"Iya gue juga bingung,, ada tuh yg pake tagar tsb,, tapi isi postingannya kgk nyambung sama tagar nya," komentar akun @19_ryumi.


"Kagak ada bahan buat ngompor2in jadinya mainin hastag begini wkwkwk," timpal akun @airterjunindah.


"Jujur gw ngerasa bapak jokowi telah memberikan warna yang beda bagi pemerintahan indonesia. Mulai dari transparansi. Kedekatanya dengan masyarakat. Dan jujur indonesia saat ini jauh lebih baik dari pada yang dulu2. Terimakasih untuk bapak jokowi telah menjadi presiden republik Indonesia," ungkap akun @Suatusaatnanti0.


"mau ampe berapa periode gw jg dukung," aku akun @risikiprasongko.


Sementara itu, dalam cuitan terpisah, sebagian besar netizen yang menggunakan tagar tersebut memang karena tak ingin alias menolak Presiden Jokowi menjabat tiga periode.


Salah satunya ada akun @__H5h_Ainq___ yang dengan keras menentang wacana tiga periode tersebut bahkan melontarkan berbagai hujatan.


"Gegayaan bikin istilah2 biar nampak kekinian silicon valley, Industri 4.0, Unicorn apalah, gw males nyebut smua, tapi otak ga di upgrade," ujar akun tersebut, dikutip terkini.id pada Senin, 12 April 2021.


"Kerja kerja, kerja tapi bikin bangkrut negara, utang membengkak, hasil kerja tapi mangkrak, Bngkel yg dipuja pr togog (emoji muntah). #TolakJokowi3Periode," pungkasnya.


Hanya saja, ketika terkini.id melakukan penelusuran di kolom komentar, rata-rata justru memojokkan cuitan akun tersebut, berbeda dengan cuitan lain yang berdiri sendiri hingga tampak banyak yang setuju dengan tagar itu. [Democrazy/trk]