TOK! Alpin Adrian Penusuk Syekh Ali Jaber Divonis Hukuman 4 Tahun Penjara | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Kamis, 01 April 2021

TOK! Alpin Adrian Penusuk Syekh Ali Jaber Divonis Hukuman 4 Tahun Penjara

TOK! Alpin Adrian Penusuk Syekh Ali Jaber Divonis Hukuman 4 Tahun Penjara

TOK-Alpin-Adrian-Penusuk-Syekh-Ali-Jaber-Divonis-Hukuman-4-Tahun-Penjara

DEMOCRAZY.ID - Alpin Adrian penusuk Syekh Ali Jaber divonis 4 tahun penjara. 

Alpin Adrian dinyatakan bersalah tusuk Syekh Ali Jaber.


Putusan penjara itu diputuskan majelis hakim yang menyebutkan Alpin Adrian melanggar Pasal 351 ayat 1 tentang penganiayaan dan Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Darurat tentang kepemilikan senjata tajam.


Jika merujuk ketentuan Pasal 351 ayat 1 ini, ancamannya dua tahun delapan bulan, tapi karena ada undang-undang darurat, sehingga putusan menjadi empat tahun.


Ada pun hal-hal yang meringankan terdakwa ini, dalam persidangan bersikap sopan dan korban sudah memaafkan terdakwa sejak awal persidangan.


Vonis majelis hakim lebih ringan dari tuntutan yang diberikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bandar Lampung. 


Sebelumnya Alpin Andrian dituntut dengan hukuman 10 tahun pidana penjara, karena dinilai melanggar Pasal 340 tentang percobaan pembunuhan.


"Dengan ini menyatakan, terdakwa telah terbukti secara sah melakukan tindak pidana penganiayaan, lalu mempergunakan senjata penusuk sebagaimana dakwaan. Dengan ini menjatuhkan pidana empat tahun penjara," kata Ketua Majelis Hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis (1/4/2021).


Diketahui Alpin Andrian menusuk Syekh Ali Jaber ketika sedang menghadiri acara Waisuda Tahfidz Perdana TPQ dan RumahTahfids Falahudiin Tahun ajaran 2019-2020 M serta perayaan tahun baru Islam 1442 dengan tema" Mahkota surga untuk ayah dan ibu serta membangun generasi yang berbudi pekerti dan berbasis Alquran".


Peristiwa penusukan itu terjadi di halaman Masjid Falahudin, Jalan Tamin, Kelurahan Sukajawa, Kecamatan Tanjung Barat, Bandar Lampung, pada 13 September 2020. [Democrazy/sra]