Pengacara Sandi: Walkot Depok Beri Keterangan Palsu soal Intimidasi | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Senin, 26 April 2021

Pengacara Sandi: Walkot Depok Beri Keterangan Palsu soal Intimidasi

Pengacara Sandi: Walkot Depok Beri Keterangan Palsu soal Intimidasi

Pengacara-Sandi-Walkot-Depok-Beri-Keterangan-Palsu-soal-Intimidasi

DEMOCRAZY.ID - Razman Arif Nasution membantah ucapan Wali Kota Depok Mohammad Idris yang menyebut kliennya, Sandi Junior Butar Butar, tidak mendapat intimidasi dan Surat Peringatan (SP). 

Razman menyebut Idris memberi keterangan palsu di media.

"Nah kemudian, ini yang paling urgent, saya mendengar di TV, melihat, menyaksikan, melihat juga di online, itu Wali Kota Depok, saudara Idris ya, mengatakan tidak ada surat peringatan. Tidak ada teguran, tidak ada SP kepada saudara Sandi. Kan begitu ya penjelasannya. Pada faktanya ada kok," ujar Razman, di Polres Metro Depok, Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (26/4/2021).


Razman lantas memperlihatkan surat teguran yang diterima Sandi. SP itu teregister 800/088/PKWT/PO.Damkar/1/2021. 


Surat ini ditandatangani Kabid Pengendalian Dinas Damkar Kota Depok Welman Naipospos.


"Jadi Pak wali, nah ini, anda itu pejabat negara. Ngomong hati-hati apalagi pada waktu itu baru saja ada kunjungan dari Pak Moeldoko. Berkunjung dia mengatakan tidak ada kan, tidak ada teguran (ke Sandi). Pada faktanya ada. Nah sekarang anak buah anda berbohong, tindak lah itu. Kemudian anda juga memberi keterangan palsu, karena tidak sesuai dengan data. Nah faktanya apa? Surat," ucapnya.


Dia pun ingin agar Idris dan Kadis Damkar Depok Gandara diperiksa terkait dugaan korupsi di Dinas Damkar Depok. 


Razman menambahkan SP yang diterima kliennya ini diduga dipalsukan.


"Di (surat teguran) situ, dinas pemadam kebakaran mengatakan, maksud kami bukan seperti itu. Apa maksudnya karena katanya Sandi harusnya di regu A, tahu-tahu pergi ke regu B. Tapi bunyinya nggak seperti itu, bahwa sandi melakukan sesuatu di luar tugasnya. Nggak ada hubungannya. Ini pasti diduga keras, ada kaitannya dengan urusan damkar, dugaan kita ya, keras nih. Dan tanggal ini patut diduga dimundurkan karena itu kami sudah minta dari penyidik agar ini dibawa laboratorium forensik. Begitu dipalsukan, ini persoalan," jelas dia.


Lainnya, dia mengatakan Sandi menyerahkan barang bukti berupa berkas-berkas, video, dan rekaman suara intimidasi dari pejabat Dinas Damkar Depok. 


Razman tak merinci video dan rekaman suara apa yang diberikan ke penyidik.


"Alat bukti sudah kita serahkan tadi. Ada video, ada rekaman, ada data-data, ada bukti tanda tangan, ya. Kemudian ada yang terkait dengan pemotongan honor dan lain-lain, itu sudah kita serahkan semua dan polisi masuk ke dalam ini," ujar Razman.


"Ada video kesaksian, ada juga rekaman-rekaman suara anak-anak. Maksudnya anak-anak teman-teman dia, diintimidasi 'eh kamu jangan ikut ini, kamu begini hati-hati', itu ada, diancam, kita sudah serahkan. Diancam pecat, dan lain-lain. Ada video sudah kita serahkan ke penyidik. Rekaman video, rekaman suara, data tertulis, sudah kita serahkan," jelas dia.


Sebelumnya, Sandi yang viral karena aksinya membongkar dugaan korupsi di Damkar Depok mengaku mendapat intimidasi dan SP dari atasan. 


Namun, Wali Kota Depok, Idris membantah hal tersebut.


"Tidak benar, tidak ada intimidasi (ke Sandi)," ujar Idris di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Jalan Raya Jakarta-Bogor, Kota Depok, Jawa Barat Selasa (20/4).


Idris pun membantah Sandi mendapatkan SP. Bila memang Sandi mendapatkan SP dan intimidasi, Idris meminta Sandi memberikan bukti kepadanya.


"Tidak ada SP. Sudah kita clear-kan tidak ada SP," tegasnya.


"Kalau memang ada, kita minta bukti, kirimkan ke saya," kata Idris. [Democrazy/dtk]