Menkumham Sebut Kekayaan Intelektual RI Ranking Tiga Dunia Dibawah 2 Negara Besar Ini | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Senin, 26 April 2021

Menkumham Sebut Kekayaan Intelektual RI Ranking Tiga Dunia Dibawah 2 Negara Besar Ini

Menkumham Sebut Kekayaan Intelektual RI Ranking Tiga Dunia Dibawah 2 Negara Besar Ini

Menkumham-Pamer-Kekayaan-Intelektual-RI-Ranking-Tiga-Dunia-Dibawah-2-Negara-Besar-Ini

DEMOCRAZY.ID - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly menyatakan Indonesia berada di posisi ketiga di dunia dalam hal capaian kekayaan intelektual. 

Indonesia tepat berada di bawah Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel).


Tercatat, kontribusi kekayaan intelektual (KI) sektor ekonomi kreatif tercatat sebesar Rp1.105 triliun pada 2019. 


Angka itu sekitar 7 persen dari rata-rata produk domestik bruto (PDB).


"Ini mencatatkan Indonesia berada di posisi ketiga setelah AS dan Korsel dalam kontribusi ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual terhadap PDB," ungkap Yasonna dalam diskusi online, Senin (26/4).


Yasonna mengungkapkan serapan tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif pada 2019 sebanyak 17 juta. 


Ini semua, katanya, sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin bahwa ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual menjadi pendorong baru ekonomi digital.


Menurut Yasonna, sektor ekonomi kreatif yang banyak dikerjakan oleh pelaku UMKM akan menjadi pihak yang mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi dalam negeri. UMKM seringkali menjadi sektor yang memiliki ketahanan tinggi di tengah krisis.


"Karena kemampuannya bertahan pada periode tekanan dan dapat tumbuh kembali lebih cepat," imbuh dia.


Dalam kesempatan yang sama, Deputi Usaha Kecil dan Menengah Kementerian Koperasi dan UKM Hanung Harimba Rachman menyatakan inovasi dari pelaku UMKM di Indonesia masih rendah. 


Bahkan, inovasi UMKM Indonesia menjadi yang paling rendah di antara negara tetangga lainnya.


"Kontribusi kekayaan intelektual besar tapi kalau inovasinya ini Indonesia masih tergolong rendah di ASEAN," ucap Hanung.


Untuk itu, ia mendorong agar bukan hanya kontribusi kekayaan intelektualnya saja yang tinggi terhadap PDB, tapi juga inovasi dari masing-masing UMKM. 


Dengan demikian, mereka tak hanya menjual produk saja tapi juga memiliki ide baru dalam mengembangkan bisnisnya.


"Ini agar mereka bisa menikmati nilai tambah," pungkasnya. [Democrazy/cn]