Mabes Polri Banjir Karangan Bunga Dukungan Penangkapan Munarman, Pengamat: Ya Semoga Saja Itu Bukan Rekayasa! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Jumat, 30 April 2021

Mabes Polri Banjir Karangan Bunga Dukungan Penangkapan Munarman, Pengamat: Ya Semoga Saja Itu Bukan Rekayasa!

Mabes Polri Banjir Karangan Bunga Dukungan Penangkapan Munarman, Pengamat: Ya Semoga Saja Itu Bukan Rekayasa!

Mabes-Polri-Banjir-Karangan-Bunga-Dukungan-Penangkapan-Munarman-Pengamat-Ya-Semoga-Saja-Itu-Bukan-Rekayasa

DEMOCRAZY.ID - Kantor Mabes Polri dibanjiri kiriman karangan bunga usai melakukan penangkapan terhadap eks Sekertaris FPI, Munarman.

Menurut pengamat politik Jamiluddin Ritonga pengiriman karangan bunga tersebut berbau politis.


Pasalnya, dalam tulisan karangan bunga itu tidak dicantumkan nama pengirim dari lembaga mana atau orang.


“Dukungan via karangan bunga ke Mabes Polri sudah politis tidak jelas dari elemen masyarakat mana karena tidak dicantumkan nama pengirimnya,” ujarnya di Jakarta, Jumat (30/4/2021).


Kendati demikian, Dosen Universitas Esa Unggul itu berharap pengiriman karangan bunga itu dikirim bukan karena rekayasa.


“Karangan bunga itu juga semoga disampaikan oleh masyarakat dengan setulus-tulusnya, bukan rekayasa,” ucap Jamiluddin.


“Kalau itu yang terjadi, maka pesan dalam karangan bunga itu sudah memuat kebohongan publik,” pungkasnya.


Seperti diketahui, Eks Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI), Munarman, ditangkap oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di kediamannya di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan pada Selasa (27/4/2021) sore.


Munarman ditangkap atas dugaan keterlibatannya dalam pembaitan di UIN Jakarta, Medan, dan Makassar.

 

Dia juga disebut berperan dalam membuat jaringan JAD dan ISIS di Indonesia.


Berdasarkan video detik-detik penangkapan, Munarman yang mengenakan baju koko berwarna putih tampak berdebat dengan polisi saat ditangkap tim Densus 88.


Dia bahkan menyebut penangkapannya tidak sesuai aturan hukum yang berlaku.


“Ini tidak sesuai hukum, harusnya,” kata Munarman sambil terus dibawa keluar oleh tim Densus 88 Polri.


Atas penangkapan itu, tim mengamankan bebera serbuk dalam botol yang ditemukan di bekas Kantor Front Pembela Islam (FPI) di Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat ternyata merupakan bahan peledak TATP (triaceton triperoxide) atau bisa dikenal dengan nama The Mother of Satan.


Saat ini barang bukti tersebut masih terus diselidiki tim Pusat Laboratoriuk Forensik (Labfor) Polri. [Democrazy/pjs]