Heran Ada Seorang Presiden Datangi Pernikahan Artis, Akademisi Singapura: Urusan Tidak Penting Negara Malah Turun Tangan | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Senin, 05 April 2021

Heran Ada Seorang Presiden Datangi Pernikahan Artis, Akademisi Singapura: Urusan Tidak Penting Negara Malah Turun Tangan

Heran Ada Seorang Presiden Datangi Pernikahan Artis, Akademisi Singapura: Urusan Tidak Penting Negara Malah Turun Tangan

Heran-Ada-Seorang-Presiden-Datangi-Pernikahan-Artis-Akademisi-Singapura-Urusan-Tidak-Penting-Negara-Malah-Turun-Tangan

DEMOCRAZY.ID - Akademisi Singapura, Profesor Sulfikar Amir mengaku heran dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang mendatangi pernikahan artis yakni pasangan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah.

Akademisi di Nanyang Technological University (NTU) Singapura ini menilai, pernikahan pasangan artis itu sama sekali tidak penting lantaran tak ada kaitannya dengan urusan negara.


Oleh karena itu, Prof Sulfikar menyebut seharusnya Presiden Jokowi lebih mementingkan urusan negara yang genting untuk diurusi dibanding hal yang tidak penting termasuk menghadiri pernikahan artis.


"Urusan genting, negara lepas tangan. Urusan enggak genting, negara turun tangan," ujar Prof Sulfikar.


Hal itu disampaikan Sulfikar Amir lewat cuitannya di Twitter, pada Senin 5 April 2021.


Kicauan dosen NTU Singapura itu sontak menuai respons dari sejumlah warganet. 


Bahkan, seorang netizen menilai ada kasus di NTT yang seharusnya diurusi oleh negara namun hanya didiamkan.


"Ada kasus di NTT (Nusa Tenggara Timur), negara cuma diem, giliran pernikahan (Atta-Aurel) negara malah turun tangan," kata netizen tersebut.


Diketahui, Presiden Jokowi bersama Ibu Negara menghadiri perhelatan akad nikah pasangan selebriti Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah yang digelar pada Sabtu 3 April 2021 lalu.


Selain Jokowi, pernikahan artis itu juga dihadiri Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara.


Dalam acara tersebut, juga turut hadir petinggi lembaga negara lainnya salah satunya yakni Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. [Democrazy/trk]