Geram Cadar Kerap Dikaitkan dengan Aksi Teror, Indadari: Apa Istri Rasul Teroris Semua? | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Jumat, 02 April 2021

Geram Cadar Kerap Dikaitkan dengan Aksi Teror, Indadari: Apa Istri Rasul Teroris Semua?

Geram Cadar Kerap Dikaitkan dengan Aksi Teror, Indadari: Apa Istri Rasul Teroris Semua?

Geram-Cadar-Kerap-Dikaitkan-dengan-Aksi-Teror-Indadari-Apa-Istri-Rasul-Teroris-Semua

DEMOCRAZY.ID - Pendakwah Indadari mengaku sedih melihat publik seringkali mengaitkan aksi teror dengan cadar.

Perempuan bercadar memang sedang disorot usai terjadinya aksi teror bom bunuh diri yang dilakukan perempuan berinisial YSF dan suaminya di Gereja Katedral Makassar.


Terlebih, ditambah adanya penyerangan di Mabes Polri yang juga dilakukan oleh perempuan bercadar.


Indasari merasa sedih sekaligus marah melihat banyak orang yang melabeli kaum wanita bercadar dengan label teroris.


“Alasan kenapa aku bercadar dan kenapa kami para wanita bercadar. Jangan dikaitin terus sama teroris, duh miris. Dikit-dikit cadar lagi yang dikaitin sama teroris,” tulisnya, dikutip dari Instagram @Indadari, Jumat, 2 April 2021.


Ia mengungkapkan bahwa dirinya menggunakan cadar murni untuk mengamalkan dan meniru istri Rasul.


"Kami ini mengamalkan Sunnah dan mencontoh Para Istri Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam," tutur Indadari.


"Apa istri ??Rasulullah shalallahu alaihi wassalam teroris semua? Kan bukan! Bahkan mereka wanita-wanita yang dijamin masuk Surga. Dan saya, kami wanita bercadar mencintai mereka semua,” imbuhnya.


Indadari juga merasa sedih sekaligus marah apalagi saat dirinya membaca ada perempuan bercadar disakiti dan diteriaki teroris.


"Apalagi habis baca berita sedih banget ada akhwat bercadar dipukul pakai kayu karena dia bercadar dan diteriakin teroris, hey duh sedih dan marah banget bacanya," ungkap mantan istri komedian Caesar ini.


Ibu dari dua anak ini pun meminta untuk tidak memukul rata semua perempuan bercadar.


“Jangan karena oknum lalu semua disamaratakan. Apalagi sampai menghina cadar. Hati-hati, lisan itu dekat sekali dengan dosa jika tidak dijaga,” lanjutnya. [Democrazy/trk]