Geger Pengakuan Kasatpol PP, Habib Rizieq Sengaja Dipidanakan: Ada Rapat! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Selasa, 20 April 2021

Geger Pengakuan Kasatpol PP, Habib Rizieq Sengaja Dipidanakan: Ada Rapat!

Geger Pengakuan Kasatpol PP, Habib Rizieq Sengaja Dipidanakan: Ada Rapat!

Geger-Pengakuan-Kasatpol-PP-Habib-Rizieq-Sengaja-Dipidanakan-Ada-Rapat

DEMOCRAZY.ID - Politisi Partai Demokrat Yan Harahap menyinggung pengakuan Kasatpol PP Bogor Agus Ridhaallah. 

Dalam pengakuannya di persidangan, Agus menyebut jika ada rapat bersama yang sepakat untuk mempidanakan Habib Rizieq Shihab.


Bagi Yan, kegiatan rapat untuk Habib Rizieq ini merupakan keganjilan yang nyata. 


Sebab bagaimana mungkin sebuah rapat digelar untuk sengaja mempidanakan eks pentolan Front Pembela Islam (FPI) itu.


Deputi Balitbang Demokrat itu lantas menyinggung soal rapat bersama yang digelar terlebih dahulu sebelum akhirnya memilih opsi pidana bagi Habib.


“Aroma busuk makin dicium sedikit demi sedikit,” kata Yan Harahap di akun Twitter-nya, dikutip Selasa 20 April 2021.


Pengakuan Agus Soal Rapat Bahas Habib Rizieq


Menurut Agus, ada beberapa pihak yang memang menggelar rapat untuk menentukan status hukum yang pas untuk Habib Rizieq. 


Adapun peserta rapat melibatkan Satpol PP, Pemprov Jabar, dan Kepolisian.


Dalam pertemuan itu, Agus bilang sempat ada perdebatan apakah kerumunan di Megamendung pada 13 November 2020 itu dikenakan sanksi administrasi atau pidana. 


Setelah berdiskusi, peserta rapat yang hadir sepakat untuk mengambil langkah pidana dalam penyelesaian kasus kerumunan Habib Rizieq Shihab itu.


“Kesepakatan bersama saja,” kata Agus memberi kesaksian di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin, 19 April 2021.


Adapun alasan peserta rapat sepakat memidanakan kasus pelanggaran protokol kesehatan itu adalah untuk memberikan efek jera supaya kasus serupa tidak terulang kembali.


Namun Agus mengakui sebelumnya tidak ada kasus pelanggaran prokes yang dipidanakan. [Democrazy/hps]