Geger! Pejabat BUMN Dicopot Gegara Pengajian | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Jumat, 09 April 2021

Geger! Pejabat BUMN Dicopot Gegara Pengajian

Geger! Pejabat BUMN Dicopot Gegara Pengajian

Geger-Pejabat-BUMN-Dicopot-Gegara-Pengajian

DEMOCRAZY.ID - Ada heboh lagi nih berkaitan dengan kajian agama Islam di BUMN. 

Gara-gara mayoritas penceramah diduga radikal, Direksi PT Pelni akhirnya membatalkan acara kajian Islam Ramadan daring di Badan Kerohanian Islam PT Pelni. Pejabat BUMN pun dicopot karena ngurusi kajian itu.


Bukan cuma pembatalan kajian online Ramadan saja. 


Direksi PT Pelni sampai mencopot pejabat yang mengizinkan kajian daring Ramadan tersebut.


Pejabat BUMN Dicopot


Geger-Pejabat-BUMN-Dicopot-Gegara-Pengajian

Lantaran isu Pelni pecat pejabatnya yang terlibat dalam kajian daring dengan penceramahnya radikal, Komisaris PT Pelni Dede Budhyaryo menegaskan duduk perkaranya.


Dede mengonfirmasi memang pejabat yang terlibat telah dicopot. Langkah ini menurutnya merupakan sikap yang tegas pada radikalisme.


Dede mengatakan pencopotan pejabat ini sekaligus peringatan bagi kalangan BUMN agar nggak sembarangan memberi panggung bagi penceramah radikal.


“Selain pejabat yang terkait dengan kepanitiaan acara tersebut telah DICOPOT. Ini pelajaran sekaligus WARNING kepada seluruh BUMN, jangan segan-segan MENCOPOT ataupun MEMECAT pegawainya yang terlibat radikalisme. Jangan beru ruang sedikitpun BERANGUS,” tulis Dede dalam utasannya di akun Twitter, dikutip Jumat 9 April 2021.


Dalam utasannya, Dede mengungkapkan kenapa acara kajian Ramadna daring Bakis Pelni itu dibatalkan seluruhnya. Alasannya mayoritas pengisi acara merupakan penceramah radikal.


“Panitia menyebarkan info terkait pembicara Ramadhaan belum ada ijin dari Direksi. Oleh sebab itu kegiatan tersebut DIBATALKAN,” jelasnya.


Sikap ini didukung sejumlah warganet. PT Pelni bisa tegas bertindak pada penyusupan radikalisme di dalam tubuh BUMN.


Dikritik, Jangan Kau Plintir


Geger-Pejabat-BUMN-Dicopot-Gegara-Pengajian

Nah pencopotan pejabat yang terlibat dalam kajian Ramadan daring PT Pelni ini dikritik oleh pegiat media sosial, Mustofa Nahrawardaya.


Tofa heran kenapa kok bisa kajian daring itu dilabeli radikal, apalagi dalam daftar penceramah ada nama KH Cholil Nafis, Ketua MUI yang merupakan ulama NU.


Makanta Tofa pun dengan satir menyindir janganlah undang KH Cholil Nafis, undan yang lainnya saja misalnya Muhammad Guntur Romli, Ulil Absar Abdalla atau yang lainnya.


“Saya usul jangan undang Kyai @cholilnafis di PELNI. Nanti jadi cerdas semua jamaah. Coba undang Yai @MurtadhaOne1 @yusuf_dumdum atau @GunRomli atau @ulil,” tulis Tofa dalam cuitannya.


Warganet lainnya pun heran juga, wong ada KH Choll Nafis kok dilabeli radikao itu gimana.


“Di acara ini ada Kyai @cholilnafis, mosok radikalisme,” tulis akun @gatse8.


Banyak dikritik, Dede pun gerah lantaran sikap tegas Pelni diplintir. 


Memang dalam daftar pembicara kajian itu ada nama KH Cholil Nafis, tapi bukan kemudian itu yang jadi alasan pembatalan kajian daring Ramadan tersebut.


“Ndak usahlah kau plintir ntar diabetesmu makin kambuh. Gerombolan kalian emang paling bisa maen plintir. Acara itu dibatalkan karena dominan yang radikal. Jangan kau plintir karena ada Kyai Cholilnya,” tulis Dede membalas cuitan Tofa.


Pada flyer acara kajian Ramadan yan beredar, selain KH Cholil Nafis ada nama pengisi acara yaitu Ustaz Firanda Andirja, Ustaz Rizal Yuliar, Ustaz Syafiq Riza Basalamah. [Democrazy/hps]