Dikritik Usai Marah-marah di Lokasi Bencana NTT, Mensos Risma Beri Penjelasan | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Sabtu, 10 April 2021

Dikritik Usai Marah-marah di Lokasi Bencana NTT, Mensos Risma Beri Penjelasan

Dikritik Usai Marah-marah di Lokasi Bencana NTT, Mensos Risma Beri Penjelasan

Diprotes-Usai-Marah-marah-di-Lokasi-Bencana-NTT-Mensos-Risma-Beri-Penjelasan

DEMOCRAZY.ID - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini memberikan penjelasan usai dirinya disebut marah-marah saat berada di lokasi bencana NTT.

Tri Rismaharini pun mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana untuk bekerja cepat dalam pemulihan pascabencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).


Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara, dalam kunjungan ke lokasi bencana, Tri Rismaharini ingin memastikan pihak terkait di lapangan bekerja cepat.


Di antaranya, untuk mengutamakan pemenuhan kebutuhan makan atau minum bagi korban bencana, serta berkoordinasi dengan pemda setempat.


Dalam rilis yang diterima di Jakarta, Jumat, 9 April 2021 malam, Tri Rismaharini juga perlu memastikan penanganan usai masa tanggap daurat bencana.


Selain itu, tidak sekadar memberikan bantuan sosial tetapi ada Layanan Dukungan Psikososial (LDP) dan trauma healing bagi korban bencana.


Dalam penanganan tersebut, Kemensos menjalin kerja sama dengan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah provinsi dan kabupaten atau kota, serta pilar dan potensi kesejahteraan sosial.


Selain itu dalam pelaksanaannya, Mensos memperhatikan situasi dan kearifan lokal warga setempat.


Kemudian, menjadikan berbagai paket bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dari para korban bencana alam, mulai dari permakanan hingga logistik.


Diakui Tri Rismaharini untuk terjun ke lokasi bencana, membutuhkan stamina dan fisik yang prima.


Sehingga, komando di lapangan tidak main-main sebab rakyat menjadi taruhan untuk memberikan perlindungan, rasa aman, serta kepastian.


Saat penanganan di NTT beberapa waktu lalu, Mensos bukan bermaksud ‘marah-marah’, melainkan memotivasi agar Taruna Siaga Bencana (Tagana) gerak cepat.


Agar mendirikan dapur umum (DU) supaya segera memenuhi konsumsi korban bencana yang secara psikologis sedang tidak stabil dan rapuh jiwanya.


Apalagi yang menjadi korban adalah para lanjut usia (lansia), balita, anak-anak, perempuan, ibu hamil, serta penyandang disabiltas yang membutuhkan bantuan dengan cepat.


Terhitung hingga Kamis, 8 April 2021, Kemensos telah menyalurkan bantuan logistik tahap I senilai Rp672.056.695.


Kemudian, bantuan logistik tahap II diberikan senilai Rp672 juta, dan tahap III senilai Rp820 juta.


Adapun Kemensos juga memberikan santunan ahli waris untuk 138 jiwa yang masih dalam pendataan senilai Rp2,070 miliar.


Dengan demikian, total bantuan mencapai Rp4.234.056.695. [Democrazy/pkry]