Tengku Zul Ungkap Sandiaga Uno Sebenarnya Mau Jadi Gubernur, Tapi JK Lebih Pilih Anies Baswedan | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Jumat, 19 Maret 2021

Tengku Zul Ungkap Sandiaga Uno Sebenarnya Mau Jadi Gubernur, Tapi JK Lebih Pilih Anies Baswedan

Tengku Zul Ungkap Sandiaga Uno Sebenarnya Mau Jadi Gubernur, Tapi JK Lebih Pilih Anies Baswedan

Tengku-Zul-Ungkap-Sandiaga-Sebenarnya-Mau-Jadi-Gubernur-Tapi-JK-Lebih-Pilih-Anies-Baswedan

DEMOCRAZY.ID - Ustadz Tengku Zul bongkar Sandiaga Uno sebenarnya mau jadi Gubernur DKI Jakarta. 

Namun di Pilkada DKI Jakarta 2017, Jusuf Kalla yang ingin Anies Baswedan maju Gubernur DKI Jakarta.


Hal itu ditatakan Ustadz Tengku Zul melalui ceramahnya awalanya ingin menjawab pertanyaan dari salah seorang jemaah yang menanyakan mengapa orang tak menyukai pemimpin yang saleh.


“Bukan gak suka, orang saleh jadi pemimpin. Tapi orang saleh itu haram hukumnya menjajakan diri pilih saya, pilih saya. Gak boleh. Allah gak mau bantu orang yang menjajakan dirinya jadi pemimpin,” katanya, dikutip dari saluran Youtube Hadist TV, Kamis 18 Maret 2021.


Kasus yang sama pun terjadi kepada Anies, kata Tengku Zul, di mana Anies enggan untuk maju di Pilgub tapi dipaksa oleh yang lain.


“Seperti Anies Baswedan, dia itu enggak mau jadi gubernur, yang kita calonkan awalnya Sandiaga Uno. Tetapi di detik terakhir, dipanggil JK (Jusuf Kalla) dia. Aaaa uuuu,” kata Tengku Zul menirukan Anies yang tergagap saat ditunjuk JK untuk maju jadi gubernur.


Akhirnya, kata Tengku Zul, JK pun meminta persetujuan dari ulama-ulama yang berada di Jakarta.


Karena para ulama, menurut Tengku Zul menilai Anies adalah orang yang cerdas, saleh dan pintar mengaji, maka ulama pun mengaminkan.


“Okelah, orangnya soleh, ngajinya bagus, otaknya cerdas, ok,” jawab para ulama.


Sandiaga Uno pun batal maju jadi Gubernur dan dipilih untuk menjadi wakilnya Anies Baswedan.


Selain itu, Tengku Zul mengatakan bahwa saat Pilgub DKI 2017, Anies bersama pihaknya tak menggunakan uang.


“Setuju, jadi. Kita berjuang enggak pakai duit. Lawan kita Ahok, haiyaaa, dan menang kita,” kata Tengku Zul.


Semenjak saat itu, kehidupan Jakarta bagi umat muslim dinilai berubah oleh Tengku Zul.


Banyak awalnya larangan-larangan tertentu yang kemudian diperbolehkan.


“Lihat hasilnya Jakarta, dulu kita tak boleh ngaji di kantor kecamatan, Monas, sekarang boleh,” pungkasnya. [Democrazy/sra]