Tanggapi Aksi Bom Bunuh Diri, Mantan Teroris: Gak Usah Heran, Banyak yang Rebutan Daftar Aksi Itu | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Selasa, 30 Maret 2021

Tanggapi Aksi Bom Bunuh Diri, Mantan Teroris: Gak Usah Heran, Banyak yang Rebutan Daftar Aksi Itu

Tanggapi Aksi Bom Bunuh Diri, Mantan Teroris: Gak Usah Heran, Banyak yang Rebutan Daftar Aksi Itu

Tanggapi-Aksi-Bom-Bunuh-Diri-Mantan-Teroris-Gak-Usah-Heran-Banyak-yang-Rebutan-Daftar-Aksi-Itu

DEMOCRAZY.ID - Aksi bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar yang dilakukan oleh pasangan suami istri sedang disorot publik.

Begitupula dengan, Mantan teroris dan juga terpidana kasus bom Bali I Ali Imron turut menyoroti kasus tersebut. 


Ali Imron menjelaskan bahwa aksi bom bunuh diri di Katedral Makassar bukan sesuatu yang hebat.


“Kalau dikatakan canggih yah sudah tidak canggih itu karena gampang bikinnya itu.” ungkap Ali Imron saat diwawancarai stasiun TV, Senin, 29 Maret 2021.


“Jadi itu bukan canggih tapi yang terjadi adalah bunuh dirinya ini.” imbuhnya.


Ali kemudian membeberkan kejadian dua puluh tahun lalu saat ia melakukan pengeboman di beberapa geraja dan kota di Indonesia.


“Dari pengalaman, yang saya tahu, dua puluh tahun lalu dibeberapa gereja dan Kota di Indonesia dan saya kebagian di Mojokerto, ini terulang lagi dan bahkan lebih memprihatinkan lagi karena dengan cara bunuh diri.” ungkapnya.


Oleh karena itu, kata Ali, saat ini sosialisasi terkait terorisme untuk masyarakat di Indonesia dinilai sangat kurang.


Hal itu dikatakan Ali karena mengingat banyak masyarakat yang belum paham mengenai terorisme.


“Apa yang terjadi sebetulnya, sering saya sampaikan bahwa sosialisasi terorisme di Indonesia sangat penting sekali terhadap masyarakat, karena banyak masyarakat yang belum tahu tentang terorisme.” tegas dia.


Akibat dari kurangnya sosialisasi, menurut Ali, masyarakat kini banyak yang rebutan untuk daftar aksi bom bunuh diri.


“Untuk aksi bom bunuh diri masih banyak yang rebutan untuk daftar, masyarakat nda usah heran, jadi yang perlu di antisipasi adalah bagaimana masyarakat tidak menuju sampai kesitu.” jelasnya lagi.


Banyaknya warga yang berminat mendaftar untuk aksi bom bunuh diri, kata Ali, karena diiming-imingi pahala besar dan mati syahid.


“Karena apa? Karena yang diniatkan adalah aksi jihad dan dianggap pahalanya besar dan mati syahid.” imbuhnya.


Tak hanya itu, Ali juga mengungkapkan alasan dirinya bersama jaringannya melakukan pengeboman dua puluh tahun lalu di beberapa gereja.


“Kami mengebom gereja punya tujuan yaitu kejadian Ambon dan Poso bagaimana memberi teguran kepada umat Kristen atas kejadian itu.” pungkasnya. [Democrazy/trkn]