Gatot Nurmantyo Bongkar Sosok Ajak Moeldoko Kudeta Partai Demokrat | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Selasa, 09 Maret 2021

Gatot Nurmantyo Bongkar Sosok Ajak Moeldoko Kudeta Partai Demokrat

Gatot Nurmantyo Bongkar Sosok Ajak Moeldoko Kudeta Partai Demokrat

Gatot-Nurmantyo-Bongkar-Sosok-Ajak-Moeldoko-Kudeta-Partai-Demokrat

DEMOCRAZY.ID - Gatot Nurmantyo bongkar sosok yang ajak Moeldoko kudeta Partai Demokrat dan menggulingkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Meski Gator Nurmantyo tak sebut nama.

Gator Nurmantyo mengatakan sosok yang mengajaknya itu hadir di dalam Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sibolangit, Sumatera Utara.


“Saya pastikan orang itu ada di sana. Terlihat di kamera atau tidak, saya tidak tahu. Tapi dia ada di sana,” ujarnya, dikutip dari video yang ditayangkan di kanal youtube tvOne pada Senin (8/3/2021).


Apakah sosok tersebut adalah salah satu dari tujuh kader yang dipecat?


“Tidak. Bukan dari mereka,” tegasnya.


Untuk diketahui, tujuh kader yang dimaksudkan tersebut adalah Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib, Ahmad Yahya dan Marzuki Alie. 


Gator Nurmantyo juga menyampaikan bahwa orang tersebut adalah sosok yang sangat berpengaruh namun sudah tidak aktif di Demokrat.


“Ini orang sangat berpengaruh, tapi saya tidak usah sebutkan namanya,” ujar Gatot.


“Orang ini tidak di Demokrat sekarang ini, tetapi dia tidak dipecat, tetapi dia tidak aktif di Demokrat saat ini,” katanya.


Ketika ditanya apakah orang yang mengajaknya adalah orang yang sama dengan orang yang mengajak Moeldoko, Gatot menjawab tidak.


Kendati demikian, Gatot mengatakan bahwa orang tersebut mengenal Moeldoko dan perneh bertemu.


“Saya pikir dia tidak, tampaknya seperti itu. Tetapi dia tahu persis dan pernah ketemu,” ungkapnya.


Gatot juga memberikan gambaran bahwa sosok yang mengajaknya adalah orang yang membantu dalam terbentuknya Partai Demokrat, namun mundur ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selesai memimpin.


“Orang ini dapat dikatakan ikut bersama-sama membantu lahirnya Demokrat. Kemudian, punya hubungan yang sangat kuat dengan SBY. Kemudian orang ini begitu Pak SBY selesai, dia mengatakan ‘Pak, saya sekarang di di Demokrat lagi, karena Bapak sudah selesai, saya akan jadi orang bebas’,” jelasnya. [Democrazy/sra]