Analisis Mengerikan Rocky Gerung Soal Tragedi Bom Makassar, Duga Pemerintah Sudah Tahu Bakal Ada Kekerasan | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Rabu, 31 Maret 2021

Analisis Mengerikan Rocky Gerung Soal Tragedi Bom Makassar, Duga Pemerintah Sudah Tahu Bakal Ada Kekerasan

Analisis Mengerikan Rocky Gerung Soal Tragedi Bom Makassar, Duga Pemerintah Sudah Tahu Bakal Ada Kekerasan

Analisis-Mengerikan-Rocky-Gerung-Soal-Tragedi-Bom-Makassar-Duga-Pemerintah-Sudah-Tahu-Bakal-Ada-Kekerasan

DEMOCRAZY.ID - Pengamat politik Rocky Gerung mengutuk keras aksi bom bunuh diri yang terjadi di Katedral Makassar pada Minggu, 28 Maret 2021 lalu. 

Menurutnya, apa pun motifnya, masyarakat akan selalu memandang kekerasan sebagai tindakan yang tidak berguna bagi agama, kemanusiaan, juga demokrasi.


Namun, sebagai pengamat politik, Rocky membaca bahwa masyarakat pasti menyimpan kecurigaan atas peristiwa tersebut.


"Masyarakat selalu memiliki fantasi bahwa setiap ada upaya untuk membongkar kejahatan selalu timbul kejahatan baru,” ujar Rocky dalam sebuah tayangan video di kanal YouTube miliknya pada Senin, 29 Maret 2021.


Rocky berpendapat bahwasanya peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Makassar jelas sebuah masalah.


Itu karena ada orang atau kelompok tertentu yang memang berniat untuk menciptakan kekerasan demi memaksakan kepentingan politik.


”Publik lebih cerdas melihat lapisan di belakangnya," tutur Rocky.


"Kenapa pas hari Minggu? Kenapa pas sidang Habib Rizieq? Kenapa juga setelah Moeldoko menyampaikan pernyataan soal terorisme? Mahfud MD sebulan lalu sudah menyampaikan perlunya stabilitas,” sambung mantan dosen filsafat Universitas Indonesia itu.


Ia kemudian menilai pernyataan Mahfud mengindikasikan bahwa gelagat bakal terjadinya tindak kekerasan telah diketahui oleh pemerintah.


"Kan artinya kekuasaan tahu itu. Kalau sudah tahu, kenapa tidak dicegah? Bukan setelah terjadi lalu sibuk mencari keterangan."


Oleh karenanya, Rocky mengaku memahami apa yang berkecamuk dalam kepala sebagian masyarakat mengenai bom Makassar.


Munculnya kecurigaan atas peristiwa tersebut lantas dinilainya sebagai sesuatu hal yang wajar.


”Bagi kita yang berupaya melihat bangsa ini bertumbuh justru mencurigai dan kecurigaan itu sah. Karena ada kait mengkait sehingga akhirnya terbaca, mozaik itu mulai tersambung. Ini yang berbahaya sebenarnya."


Menurut Rocky, yang berbahaya adalah ketika publik tidak percaya lagi soal peristiwa kekerasan di Makassar dan menganggapnya sebagai rekayasa semata, maka seluruh keterangan pemerintah akhirnya tak lagi bisa menenangkan masyarakat.


”Ada semacam pancing memancing untuk menutupi isu yang sedang berlangsung hari-hari ini, misalnya soal Habib Rizieq. Ada upaya untuk membenturkan kembali soal agama," paparnya.


"Dengan peralatan negara yang lengkap mulai informasi, intelijen, kenapa tidak dilakukan pencegahan? Itu sebenarnya yang menjadi tanda tanya besar publik," pungkas Rocky Gerung.  [Democrazy/trkn]