-->

Breaking

logo

Selasa, 16 Februari 2021

Survei Cagub DKI Jakarta: Risma Meroket, Anies Terancam!

Survei Cagub DKI Jakarta: Risma Meroket, Anies Terancam!

Survei-Cagub-DKI-Jakarta-Risma-Meroket-Anies-Terancam

DEMOCRAZY.ID - Elektabilitas Tri Rismaharani atau Risma sebagai calon Gubernur DKI Jakarta terus meroket sejak menjabat Menteri Sosial.

Dalam survei yang dilakukan Median, Risma masuk dalam tiga besar calon gubernur DKI Jakarta yang memiliki elektabilitas tertinggi.


Dalam survei terbuka, elektabilitas Risma 16,5 persen. Ia berada di urutan kedua di bawah Anies Baswedan yang elektabilitasnya 40,5 persen.


Sementara dalam survei semi terbuka yang melibatkan 16 calon, Risma juga menduduki peringkat kedua setelah Anies.


Peneliti Lembaga Survei Median Ade Irfan mengatakan, dalam survei semi terbuka, Anies Baswedan mendapatkan 42,5 persen, Tri Rismaharini 23,5 persen, dan Sandiaga Uno 5,5 persen.


“Yang menarik adalah tren kenaikan elektabilitas Tri Rismaharini yang signifikan. Elektabilitas Risma naik cukup tajam dari survei Juli 2020 (4,2 persen) ke survei saat ini Februari 2021 di angka 23,5 persen,” kata Irfan, Senin (15/2).


Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun mengatakan, selain survei terbuka dan semi terbuka, pihaknya juga melakukan simulasi head to head antara Anies Baswedan vs Tri Rismaharani alias Risma.


Hasil simulasi cukup mengejutkan. Anies memperoleh 45 persen dan Risma 36 persen. Sedangkan yang tidak menentukan pilihan 19 persen.


“Selisih suara antara Anies Baswedan dan penantang terdekatnya, dalam hal ini Bu Risma, hanya 9 persen,” ucap Rico Marbun, dikutip dari chanel YouTube Rico Marbun, Selasa (16/2).


Dengan demikian, jika calon Gubernur DKI Jakarta yang dua orang, maka Risma akan menjadi ancaman besar bagi Anies.


“Itu artinya persaingan suara memperebutkan kursi DKI 1 apabila hanya ada dua calon itu akan berlangsung dengan ketat. Dan Pak Anies Baswedan rasa-rasanya tidak akan menang dengan mudah,” ucap Rico Marbun.


Survei Median dilakukan pada 31 Januari hingga 3 Februari 2021. 


Sebanyak 500 warga DKI Jakarta yang memiliki hak pilih menjadi responden dalam survei tersebut. 


Margin of error survei ini +/- 4,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. [Democrazy/psid]