Misteri Kapal Layar Belanda di Selat Kronjo | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Selasa, 09 Februari 2021

Misteri Kapal Layar Belanda di Selat Kronjo

Misteri Kapal Layar Belanda di Selat Kronjo

Misteri-Kapal-Layar-Belanda-di-Selat-Kronjo

DEMOCRAZY.ID - NELAYAN Desa Kronjo. Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Banten, jika melintasi selat Kronjo mencari ikan sering mengalami kejadian aneh.

Kejadian itu mulai dari suara lengkingan jerit manusia kesakitan, munculnya kapal layar kuno, ada juga kobaran api yang membara membakar tubuh kapal. 


Tapi begitu mereka dekati, apa yang mereka saksikan tadi hilang dengan begitu saja.


Kejadian aneh yang muncul di selat Kronjo, tak lepas dari sejarah peperangan yang terjadi di sana. 


Perang terjadi antara tentara Belanda, dengan prajurit kesultanan Banten mengusir pasukan Belanda yang ingin menguasai selat Kronjo.


Menurut salah satu nelayan bernama Baiduri, kejadian aneh yang muncul di selat Kronjo bagi para nelayan sudah bukan hal yang aneh lagi. 


”Memang seperti itu ceritanya, dan hal itu sudah biasa bagi kami,” ungkapnya.


Bahkan yang lebih menakutkan lagi, peristiwa itu dialami sendiri oleh Baiduri, yaitu munculnya arak-arakan hantu kapal Belanda, dari balik sebuah pulau tak berpenghuni.


Di selat Kronjo, hingga sekarang masih bisa disaksikan ada beberapa gugusan daratan yang terlihat saat air laut surut.


Kemunculan hantu kapal Belanda yang pernah ia lihat saat bulan sedang purnama. 


“Kebetulan waktu itu bulan lagi purnama, dan cuaca alam seperti itu merupakan berkah tersendiri bagi nalayan. Karena bila bulan purnama, maka ikan akan bermunculan ke permukaan air laut,” jelasnya. 


Dengan mendayung sampan kecilnya, Baiduri duduk tenang di atas sampannya. 


Meski saat itu suasananya malam, tapi cahaya remang bulan purnama masih bisa menyinari sekelilingnya. 


Baiduri melihat hamparan daratan dan itu merupakan gugusan pulau yang tidak berpenghuni. 


“Banyak masyarakat nelayan sini bilang, kalau pulau itu memang tidak ada penghuninya. Karena selain daratanya tidak terlalu luas, kalau air sedang pasang pulau tadi akan tenggelam kembali. Makanya tidak ada yang berani mendiami pulau tadi,” ceritanya.


Begitu dirasa sampannya sudah berada di tengah samudera, tanpa memikirkan pemandangan di sekelilingnya. 


Baiduri segera melemparkan jalan untuk segara menjaring ikan yang sudah mulai tampak di sekitar sampanya. 


Selang bebarapa waktu, ikan-ikan tadi sudah terperangkap di sela-sela anyaman jaring Baiduri. 


Tiba-tiba dari balik gugusan daratan tadi muncul barisan kapal layar yang jalanya pelan menuju ke arahnya.


Ia dengan jelas bisa melihat itu merupakan kapal layar dan sepertinya dilihat dari bentuknya adalah kapal jaman dulu. 


“Waktu itu saya baru sadar, kalau barisan kapal yang muncul dari balik pulau tak berpenghuni tadi adalah kapal hantu milik serdadu Belanda yang sudah karam beberapa ratus tahun yang lalu," ucapnya. [Democrazy/okz]