Demokrat ke Moeldoko: Lagi Pandemi Gini Kok Malah Sibuk Urusi Capres 2024 | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Senin, 08 Februari 2021

Demokrat ke Moeldoko: Lagi Pandemi Gini Kok Malah Sibuk Urusi Capres 2024

Demokrat ke Moeldoko: Lagi Pandemi Gini Kok Malah Sibuk Urusi Capres 2024

Demokrat-ke-Moeldoko-Lagi-Pandemi-Gini-Kok-Malah-Sibuk-Urusi-Capres-2024

DEMOCRAZY.ID - Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menyayangkan upaya dugaan kudeta yang dilakukan oleh Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko terhadap Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). 

Padahal tugas Moeldoko adalah membantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatasi pandemi Covid-19 yang saat ini masih melanda tanah air.


“Bapak Moeldoko itu saat ini KSP, stafnya Presiden. Tugasnya sekarang membantu Presiden menyelesaikan pandemi dan krisis ekonomi,” ujar Herzaky kepada wartawan, Senin (8/2).


Herzaky menambahkan, bisa-bisanya Moeldoko memikirkan menjadi calon presiden (capres) untuk 2024 dengan mengambil alih kepemimpinan dari AHY. Padahal situasi saat ini sedang sulit akibat pandemi Covid-19.


“Jangan malah disibukkan untuk memikirkan pencapresan. Kasihan rakyat, lagi pandemi kok malah memikirkan pencapresan. Kasihan Presiden yang membutuhkan bantuan semua pihak untuk menangani krisis pandemi dan ekonomi,” tegasnya.


Herzaky juga membantah keras pernyataan salah satu pelaku gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat, yang menyampaikan tidak ada salahnya menjemput Pak Moeldoko.


Mereka katanya berencana menjemput KSP Moeldoko sebagaimana menjemput Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tahun 2004 sebagai calon presiden.


Menurut Herzaky, salahnya adalah upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat yang sah melalui Kongres Luar Biasa. Dulu, hal itu tidak ada. Bapak SBY duduk sebagai Dewan Pembina.


“Jadi, kalau KSP Moeldoko mau menjadi capres melalui Partai Demokrat, masuk dulu sebagai kader Partai Demokrat. Jangan tiba-tiba ingin menjadi Ketua Umum, apalagi melalui Kongres Luar Biasa. Itu saja sudah salah besar. Itu inkonstitusional,” pungkasnya.


Moeldoko sendiri membantah tuduhan akan melakukan kudeta terhadap AHY dari kursi ketua umum Partai Demokrat. 


Menurutnya AHY yang terpilih secara aklamasi di Demokrat tidak akan bisa dilengserkan olehnya.


Moeldoko mengakui memang bertemu dengan para kader Partai Demokrat. Namun, pertemuan tersebut bukanlah membahas mengenai upaya kudeta terhadap putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.


Bahkan, Moeldoko juga membantah dirinya ingin menjadi calon presiden di 2024 mendatang. 


Baginya saat ini dia hanya menjalankan tugas yang diberikan oleh Presiden Jokowi sebagai KSP. [Democrazy/jwps]