-->

Breaking

logo

Senin, 11 Januari 2021

Penjelasan Penting soal Identifikasi Korban Sriwijaya Air SJ182, Mohon Pengertiannya!

Penjelasan Penting soal Identifikasi Korban Sriwijaya Air SJ182, Mohon Pengertiannya!

Penjelasan Penting soal Identifikasi Korban Sriwijaya Air SJ182, Mohon Pengertiannya!
DEMOCRAZY.ID - Identifikasi korban pesawat Sriwijaya Air SJ182 dimulai hari ini oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri, Senin (11/1/2021).

Akan tetapi, pihak keluarga korban sepertinya harus ekstra sabar.


Sebab, proses identifikasi tidak bisa dilakukan sembarangan dan harus dilakukan dengan penuh ketelitian.


Apalagi, tim bekerja bukan berdasarkan kecepatan, melainkan ketepatan identifikasi.


Demikian disampaikan Kabid DVI Pusdokkes Polri, Kombes Pol Ahmad Fauzi di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/1/2021).


“Soal target kita tidak ada karena terpenting ketepatan bukan kecepatan,” kata Fauzi.


Pertimbangannya, tim DVI tidak mau sampai terjadi salah identifikasi korban.


Karena itu, pihaknya meminta pengertian dan kesabaran dari keluarga korban.


“Maka kami minta kesabaran keluarga korban agar jangan salah identifikasi,” imbuh Fauzi.


Pihaknya juga meminta dukungan masyarakat agar proses identifikasi korban bisa berjalan lancar.


“Jangan sampai kita diburu malah salah identifikasi,” sambung dia.


Dijelaskan Fauzi, proses identifikasi korban, selain dibutuhkan kehati-hatian, juga dibutuhkan proses panjang.


Apalagi jika kondisi jenazah yang sudah tidak utuh lagi.


Sebaliknya, semakin utuh jenazah, maka kemungkinan besar proses identifikasi akan semakin lancar.


Proses identifikasi jenazah korban Sriwijaya Air SJ182 pun mulai dilakukan hari ini.


“Kami akan memeriksa kiriman body part dari TKP (mulai hari ini),” ujarnya.


“Memang kendala mendapatkan kondisi jenazah tidak utuh tantangannya lebih berat,” sambung Fauzi.


Kendati demikian, kondisi jenazah yang tidak utuh lagi bukan berarti tidak bisa dilakukan identifikasi.


Hanya saja, dibutuhkan teknik tertentu agar bisa didapati identitas jenazah tersebut.


Akan tetapi, Fauzi tak menjelaskan secara detil teknik dimaksud.


“Kami punya teknik-teknik tertentu sehingga bisa minimalisir sampel (yang) tidak dapat dibaca, ada, berupaya mungkin untuk bisa kami identifikasi,” jelasnya. [Democrazy/psid]