-->

Breaking

logo

Minggu, 03 Januari 2021

Duh! Dandim Ribut dengan Wakil Ketua FPI di Masjid, Bantah Bubarkan Zikir dan Doa Bersama

Duh! Dandim Ribut dengan Wakil Ketua FPI di Masjid, Bantah Bubarkan Zikir dan Doa Bersama

Duh! Dandim Ribut dengan Wakil Ketua FPI di Masjid, Bantah Bubarkan Zikir dan Doa Bersama
DEMOCRAZY.ID - Video Dandim ribut dengan Wakil Ketua Ketua FPI Aceh, Tengku Wahidin di Masjid Raya Baiturrahman Aceh viral di media sosial.

Dalam video 2 menit 39 detik, Dandim 0101/BS Kolonel Abdul Razak Rangkuti adu argumen dengan Wahidin. Bahkan keduanya saling tunjuk.


Tampak sejumlah anggota TNI mendampingi Kolonel Abdul Razak. Beberapa aparat kepolisian juga terlihat di lokasi.


Sementara para jamaah di dalam masjid terus melantunkan salawat dengan suara yang cukup keras.


Beberapa aparat mencoba menenangkan Wahidin. Namun Wahidin meminta agar tidak mendekat.


“Jangan mendekat, jaga jarak,” tegas Wahidin.


Beberapa saat kemudian, Wahidin memilih untuk duduk di lantai. Ia meminum air mineral yang dibawanya.


Di akhir video, terdengar suara jamaah menangis sambil melantunkan salawat.


“Gak ada gunanya kita menangis, Nabi Muhammad orang kafir aja diayomi jadi baik,” ucap Kolonel Abdul Razak dengan nada tinggi.


Insiden itu terjadi pada Kamis pagi (31/12/2020) usai salat subuh, di selasar Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.


Informasi yang beredar menyebutkan peristiwa itu bermula ketika Kolonel Abdul Razak meminta kepada para jamaah untuk menerapkan protokol kesehatan.


Namun para jamaah justru merasa dihalangi untuk melaksanakan kegiatan zikir dan doa.


Kegiatan doa dan zikir bersama ini diinisiasi oleh sejumlah tokoh agama Aceh menyambut tahun baru 2021.


Dalam video yang beredar di medsos, disebutkan bahwa TNI bubarkan zikir dan doa bersama di Masjid Raya Baiturrahman Aceh. Faktanya, tak ada pembubaran.


Komandan Unit Dandim 0101/BS, Kapten Sumastono, menjelaskan, saat itu massa tidak mengikuti protokol kesehatan di Masjid Raya Baiturrahman yang setiap harinya diawasi oleh petugas.


Sejak tiga bulan yang lalu, sejumlah personel TNI selalu mengawasi protokol kesehatan di lingkungan masjid sesuai arahan pimpinan.


Ketika insiden adu mulut tersebut, kata Sumastono, Dandim menegur dan meminta massa untuk mematuhi protokol kesehatan, termasuk mengikuti rapid test sebelum masuk ke pekarangan masjid.


“Jadi mereka pada saat kegiatan tidak mau mengikuti prokes yang ada di Masjid Raya Baiturrahman yang setiap hari kita lakukan. Sehingga saat ditegur oleh Dandim terjadi saling adu argumen,” kata Sumastono, dilansir kumparan, Sabtu (2/1).


Menurut Sumastono, adu mulut antara keduanya sempat membuat Dandim sedikit tersinggung lantaran mendoakan presiden, pemerintah, termasuk TNI-Polri dengan kata-kata tidak baik.


Dandim awalnya hanya menegur menyangkut dengan Prokes, tetapi yang bersangkutan tidak mau mendengarnya. Bahkan melontarkan kata-kata dengan narasi tidak baik lantaran sedang emosi.


“Dari situ Dandim agak tersinggung. Dia menanyakan kenapa Tengku sampai berdoa seperti itu,” ungkapnya.


Terkait video viral yang beredar di sosial media, Sumastono memastikan tidak ada aksi pembubaran massa zikir dan doa di masjid Raya Baiturrahman ketika itu. Hanya saja, Dandim menegur massa yang tidak mematuhi protokol kesehatan.


“Tidak benar soal isu adanya pembubaran. Nggak benar itu, beritanya banyak diplesetkan orang. Kita juga merasakan dirugikan. Ini bukan pembubaran tetapi Dandim hanya bermaksud menegur massa yang tidak mematuhi protokol kesehatan,” ujar dia.


Berikut ini video detik-detik Dandim ribut dengan Wakil Ketua Ketua FPI Aceh, Tengku Wahidin di Masjid Raya Baiturrahman: