-->

Breaking

logo

Senin, 11 Januari 2021

Amien Rais Sebut Listyo akan Ditunjuk Jadi Kapolri

Amien Rais Sebut Listyo akan Ditunjuk Jadi Kapolri

Amien Rais Sebut Listyo akan Ditunjuk Jadi Kapolri
DEMOCRAZY.ID - Nama-nama calon Kapolri pengganti Idham Azis beredar di masyarakat. Dua nama disebut sebagai calon kuat Kapolri, mereka adalah Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar.

Mantan Ketua MPR, Amien Rais, memprediksi nama pertama akan dipilih Presiden Joko Widodo sebagai Kapolri. 


"Kalau saya tidak mendahului takdir, saya yakin yang akan dipilih Pak Jokowi itu Kabareskrim sekarang ini, yaitu Pak Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo," ujar Amien dalam video di akun Youtubenya yang dilihat pada Senin (11/1).


Ia memprediksi nama tersebut berdasarkan logikanya sebagai pengamat. Listyo dinilai Amien sebagai sosok yang paling aman, cocok, dan aman dengan Jokowi.


"Kalau saya keliru ya tidak apa-apa, tapi saya yakin ini (Listyo) yang akan dipilih dan DPR tinggal sami'na wa atho'na," ujar Amien.


Memasuki tahun baru 2021, Presiden Jokowi harus mengajukan pengganti Kepala Polri Jenderal Idham Azis. 


Idham Azis akan berusia 58 tahun pada 30 Januari 2021. Usia tersebut merupakan batas usia pensiun bagi anggota Polri.


Artinya, sebelum tanggal tersebut, Presiden Jokowi sudah harus melantik kepala Polri baru. 


Jika proses di DPR membutuhkan waktu maksimal selama 20 hari, usulan presiden sudah harus diterima oleh DPR setidaknya pada 10 hari pertama bulan Januari.


Ada sejumlah nama yang berpotensi mengisi posisi tersebut, yakni Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar. 


Lalu, ada nama Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, Kalemdiklat Komjen Pol Arief Sulistyanto, dan Kabaharkam Komjen Pol Agus Andrianto.


Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, pihaknya hingga kini belum menerima surat Presiden terkait Kapolri pengganti Idham Azis yang akan pensiun pada awal Februari mendatang. 


Meskipun lembaga legislatif itu sudah tak lagi pada masa reses. 


"Sampai hari ini DPR belum menerima surat dari presiden mengenai calon Kapolri," ujar Dasco.


DPR, kata Dasco, hingga saat ini masih berada dalam posisi menunggu. 


Jika Presiden Joko Widodo sudah mengirim nama yang akan menjadi Kapolri, DPR akan langsung melaksanakan mekanisme uji kelayakan atau fit and proper test.


"Kami dalan posisi menunggu saja dan apabila surat tersebut sudah sampai tentunya kami akan melakukan proses sesuai mekanisme yang berlaku," ujar Dasco.


Ia juga mengatakan, DPR belum mengetahui informasi jadwal pengiriman surpres dari Jokowi. 


Termasuk nama calon Kapolri yang akan disodorkan untuk menggantikan Idham Azis. 


"Tapi tentunya Presiden akan menghitung mengenai persyaratan surat harus masuk sebelum batas waktu Kapolri yang sekarang pensiun, itu ada aturannya berapa hari," ujar Dasco. [Democrazy/rep]