Breaking

logo

13 Juli 2022

Ketua RT: CCTV Kompleks Rumah Irjen Sambo Langsung Diganti Polisi Usai Penembakan Brigadir Yosua

Ketua RT: CCTV Kompleks Rumah Irjen Sambo Langsung Diganti Polisi Usai Penembakan Brigadir Yosua

Ketua RT: CCTV Kompleks Rumah Irjen Sambo Langsung Diganti Polisi Usai Penembakan Brigadir Yosua

DEMOCRAZY.ID - Irjen Pol (Purn) Seno Sukarto (84) selaku Ketua RT 05/01 Komplek Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan (Jaksel) mengaku kecewa pada pihak kepolisian yang secara sepihak mengganti decoder kamera CCTV yang berada di pos satpam komplek. 


Ia mengatakan, decorder CCTV di Pos Satpam komplek tersebut diganti pihak kepolisian sehari usai insiden adu tembak di kediaman Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo. 


"Decorder CCTV diganti Hari Sabtu (9/7/2022), dari mereka (polisi) yang datang enggak pakai seragam. Saya tersinggung juga. Terang-terangan saja saya, enggak ada laporan, memerintahkan satpam seenaknya saja tanpa ada laporan RT," katanya saat ditemui di kediamannya yang berjarak sekira satu kilometer dari lokasi kejadian, Rabu (13/7/2022). 


Seno menjelaskan di permukiman itu terdapat sejumlah kamera CCTV yang terpasang pada Pos Satpam. 


Ia juga menegaskan bahwa alat decorder sejumlah kamera CCTV yang ada di permukiman itu bersumber di Pos Satpam setempat. 


"Pusat CCTV di Pos semua. Yang ganti dari mereka (polisi), saya tahunya hari Senin (11/7/2022)," ungkapnya. 


Oleh karena itu, Seno mengaku kesal karena tak diberi tahu adanya kejadian penembakan itu. 


Padahal, dia bertanggung jawab di area lingkungan tersebut. Termasuk saat olah TKP.


"Sampai sekarang saya ketemu aja enggak, terus terang saya juga ya kesal. Saya ini dianggap apa sih, maaf saja saya ini Jenderal loh, meskipun RT," ujar Seno kepada wartawan, Rabu (13/7).


"Biasanya kalau ada kejadian itu Satpam mestinya laporan, nelepon gitu. Karena enggak ada laporan, jadi saya anggap enggak ada apa-apa," jelasnya.


Ketua RT: Tak Ada Ambulans Usai Penembakan Yosua, Tak Tahu Diangkut Pakai Apa



Ketua RT setempat, Mayjen Pol (Purn) Seno Sukarto mengungkapkan, usai kejadian tersebut tak ada yang melihat adanya ambulans. 


Karena itu pula tidak tahu persis bagaimana proses jenazah Yosua dibawa.


"Enggak tahu (proses bawa jenazahnya). Iya, ada ambulans ke sini juga ya enggak nangkap. Saya enggak tahu diangkut pakai apa," ungkap Seno kepada wartawan, Rabu (13/7).


Seno mengatakan saat kejadian yang berlangsung pada Jumat (8/7/2022) itu, tak ada satupun warga maupun satpam yang mengetahui adanya insiden adu tembak tersebut.  


Menurutnya para warga dan satpam mengaku sempat mendengar suara letusan dari kediaman Irjen Fredy Sambo. 


Namun, warga dan satpam mengira suara ledakan tersebut bersumber dari ledakan petasan.  


"Jadi semuanya pada saat itu menyadari, mereka menganggap petasan bukan tembakan sehingga tidak ada tindak lanjut setelah mendengar itu biasa-biasa saja," ungkapnya.  [Democrazy]