EKBIS

Duh! Pemerintah Utang Lagi Rp 5,25 Triliun ke Bank Dunia, Buat Apa Sih Pak Jokowi?

DEMOCRAZY.ID
Maret 12, 2024
0 Komentar
Beranda
EKBIS
Duh! Pemerintah Utang Lagi Rp 5,25 Triliun ke Bank Dunia, Buat Apa Sih Pak Jokowi?

Duh! Pemerintah Utang Lagi Rp 5,25 Triliun ke Bank Dunia, Buat Apa Sih Pak Jokowi?

DEMOCRAZY.ID - Bank Dunia mengucurkan pinjaman senilai 350 juta dolar AS atau setara Rp5,25 triliun (kurs Rp15 ribu per dolar AS) kepada Indonesia.


Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Satu, Kahkonen menyatakan, bahwa pembiayaan baru yang diberikan pada 29 Juni 2022 lalu akan mendukung peningkatan dan perlindungan pembangunan modal manusia di Indonesia.


Selain itu, dana pinjaman tersbeut akan mendukung upaya Pemerintah Indonesia melindungi masyarakat ketika kehilangan pendapatan, meningkatkan akses ke layanan kesehatan, mencegah perilaku tidak sehat, dan meningkatkan efektivitas belanja pemerintah.


"Program ini adalah dukungan Bank Dunia yang pertama untuk kebijakan pembangunan modal manusia di kawasan Asia Timur dan Pasifik," kata Kahkonen dalam keterangannya, dilansir Antara, Rabu 6 Juli 2022. 


"Dukungan ini merupakan pengakuan terhadap komitmen kuat Indonesia bagi kemajuan pembangunan modal manusianya," sambungnya.


Menurut Kahkonen, pembiayaan baru ini sejalan dengan Kerangka Kemitraan Negara (CPF) Bank Dunia untuk Indonesia selama 2021-2025, khususnya dalam membina modal manusia lewat penguatan kualitas, pemerataan gizi, kesehatan, dan perlindungan sosial.


"Dengan begitu, pembiayaan Bank Dunia akan mendukung kebijakan Pemerintah Indonesia meningkatkan gizi ibu hamil dan mengurangi stunting pada anak, mereformasi pelaksanaan layanan terkait tuberkulosis, dan menggunakan layanan telemedicine untuk meningkatkan akses kesehatan di pedesaan dan daerah terpencil," tuturnya.


Kahkonen menambahkan, dukungan ini juga akan membantu pemerintah dalam perpajakan untuk mencegah perilaku merokok dan penggunaan tembakau demi kesehatan jangka panjang.


Kemudian, memperkenalkan asuransi kehilangan pekerjaan dengan tunjangan tunai, pelatihan, dan dukungan pencarian kerja demi membantu pekerja dan keluarganya saat mengalami tekanan ekonomi dan bencana alam.


"Kegiatan ini mendukung serangkaian reformasi yang akan membantu pencapaian potensi sepenuhnya masyarakat Indonesia," ujarnya.


Sementara itu, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) akan menjadi lembaga pelaksana pembiayaan Bank Dunia tersebut.


Menteri Koordinator PMK Muhadjir Effendy mengatakan, bahwa Indonesia tengah menghadapi globalisasi dan tak ada pilihan kecuali meningkatkan human capital competitiveness. 


"Bangsa yang akan bertahan, menang, dan sukses dalam era seperti ini adalah bangsa yang berpengetahuan dan berketerampilan, memiliki pengetahuan dan keahlian, serta berkarakter kuat," kata Muhadjir. [Democrazy/disway]

Penulis blog