RI Juga Punya Gunung Emas Kaya Kongo, Jumlahnya Bejibun | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News -->

Breaking

logo

Sabtu, 01 Januari 2022

RI Juga Punya Gunung Emas Kaya Kongo, Jumlahnya Bejibun

RI Juga Punya Gunung Emas Kaya Kongo, Jumlahnya Bejibun

RI Juga Punya Gunung Emas Kaya Kongo, Jumlahnya Bejibun

DEMOCRAZY.ID - Penemuan gunung emas di desa Luhihi Republik Demokratik Kongo sempat menggegerkan warga dunia di 2021. 


Bagaimana tidak, dengan penemuan gunung emas ini, negara yang tergolong miskin dan penuh konflik ini melengkapi bisnis pertambangan mereka yang melimpah.


Dalam sebuah laporan BBC, dikabarkan bahwa kandungan emas di tanah gunung itu mencapai 90%. Dari data US Geological Survey (USGS), yang dikutip Tim Riset CNBC Indonesia, cadangan berlian Kongo mencapai 150 juta karat.


Jika dikonversi ke dalam satuan lain yang lebih umum maka setara dengan 33 ton. 


Bahkan, nilai ekonomi sektor ini ditaksir mencapai triliunan dolar AS.


Bagaimana dengan pertambangan Indonesia?


Indonesia diketahui juga termasuk ke dalam jajaran 10 besar produsen dan pemilik cadangan nikel terbesar di dunia. 


Menurut USGS pada 2020, Indonesia tercatat memproduksi emas hingga 130 ton.


Produksi emas yang melimpah ini bahkan berkontribusi terhadap 4% total output global. 


Indonesia juga memiliki cadangan emas terbesar kelima di dunia dengan total cadangan mencapai 2.600 ton pada 2020, setara dengan hampir 5% cadangan emas dunia.


Dalam bentuk bijih, mengacu pada data Kementerian ESDM, maka cadangan emas primer Indonesia per 2019 mencapai 1,2 miliar ton. 


Untuk emas aluvial cadangan bijihnya lebih besar lagi bahkan mencapai 11,94 miliar ton.


Mayoritas hasil tambang emas Indonesia berasal dari tambang tembaga dan emas raksasa Grasberg di Papua, di mana tambang ini dioperasikan oleh perusahaan tambang AS yaitu Freeport McMoran yang terdaftar. 


Tambang ini juga yang menduduki peringkat pertama sebagai tambang emas terbesar di dunia.


Adapun Newmont Mining yang kini juga sudah menjadi milik Indonesia setelah diakuisisi oleh perusahaan tambang dan energi Medco. 


Newmont Mining di Indonesia telah berganti nama menjadi Amman Mineral dan mengoperasikan tambang tembaga dan emas Batu Hijau di Sumbawa.


Selanjutnya, ada PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang memiliki kilang Logam Mulia dengan produksi sekitar 5 ton emas per tahun dari dua tambangnya di Indonesia, yakni Pongkor di Jawa Barat dan Cibaliung di Banten.


Selain itu, ada pula tambang emas yang berbasis di Hong Kong G-Resources, yang menambang tambang emas dan perak Martabe di Sumatera Utara. 


Selain penambang-penambang emas tersebut, Indonesia masih memiliki beberapa penambang gunung emas lainnya. 


Ini membuktikan bahwa Indonesia masih tidak kalah dalam sektor penambangan dengan negara lain.


Sayangnya, apabila dilihat dari sisi perdagangan internasional, nilai ekspor emas terhadap total ekspor dan pangsanya terhadap total ekspor emas global masih terbilang kecil. Setidaknya nilai ekspor emas Indonesia tercatat mencapai US$ 2,06 miliar. [Democrazy/cnbc]