-->

Breaking

logo

23 Desember 2021

Fatal! Ancang-ancang Grace Natalie Mau Bikin Gaduh Senayan Berbuntut Panjang

Fatal! Ancang-ancang Grace Natalie Mau Bikin Gaduh Senayan Berbuntut Panjang

Fatal! Ancang-ancang Grace Natalie Mau Bikin Gaduh Senayan Berbuntut Panjang

DEMOCRAZY.ID - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menyebut partainya memasang ancang-ancang agar masuk Senayan agar bisa membuat 'gaduh.' Pernyataan itu berbuntut kritik oleh anggota DPR lainnya.


Grace menyampaikan soal membuat gaduh Senayan saat perayaan hari ulang tahun PSI ke tujuh. 


Awalnya, Grace menyebut kondisi internal PSI yang kini makin kuat.


"Justru PSI hari ini akan semakin kuat dan harus semakin kuat, karena kita mendapatkan banyak energi yang baru dari anak-anak muda, yang bergabung dengan PSI setelah melihat kinerja partai ini setelah 7 tahun terakhir," kata Grace dalam sambutannya di perayaan HUT Ke-7 PSI, di Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (22/12/2021).


Grace menekankan PSI akan terus mengawal kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang hadir secara langsung di lokasi. Dia mengajak seluruh kader PSI bekerja lebih keras.


Kemudian, Grace menyatakan target PSI lolos ke DPR. Jika lolos, Grace memastikan PSI bakal menjaga anggaran.


"PSI harus lolos ke Senayan. Kita buat gaduh Senayan, agar uang rakyat tidak terus digerogoti perampok memakai kedok 'wakil rakyat'," tegas Grace.


Dianggap Pernyataan Ambigu


Anggota Komisi I DPR RI Habiburokhman menyindir rencana elite PSI itu soal berpolitik dengan ilmu dan pengetahuan. 


Dia menyebutkan Grace mengeluarkan narasi yang tidak jelas.


"Pernyataan Grace Natalie bahwa PSI akan membuat gaduh Senayan agar uang rakyat tidak terus digerogoti perampok memakai kedok wakil rakyat adalah pernyataan yang ambigu," kata Habiburokhman kepada wartawan, Rabu (22/12/2021).


Elite Partai Gerindra ini mengatakan kerja anggota Dewan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi atau tupoksi. 


Kegaduhan, kata Habiburokhman, justru menyulitkan pengawasan sebagai tugas DPR.


"Kalau mereka ingin menjaga uang rakyat, ya jangan membuat gaduh, tetapi menjaga ketertiban dan menjalankan semua tupoksi kedewanan secara benar dan maksimal. Kalau gaduh, malah sulit bekerja mengawasi penggunaan uang rakyat," ujarnya.


"Saat ini rakyat sudah cerdas, baiknya jangan rusak ruang publik dengan membuat narasi-narasi yang tidak mendidik," sambungnya.


Habiburokhman kemudian mengatakan berpolitik tanpa pengetahuan dan ilmu yang justru membuat gaduh. 


DPR, menurutnya, hanya mengelola sebagian kecil APBN.


"Kalau berpolitik tanpa ilmu dan pengetahuan yang cukup, ya memang akhirnya bikin gaduh. Total APBN kita Rp 2.700 T, sementara anggaran yang dikelola DPR hanya sekitar 0,3 persennya, yakni sekitar Rp 8 T. Aneh kalau PSI genelarisir wakil rakyat sebagai perampok uang rakyat," ucapnya. [Democrazy/dtk]