-->

Breaking

logo

04 Desember 2021

Bos AirAsia Tuduh Pemerintah Terlalu Berlebihan Hadapi Varian Omicron: Lebih Baik Turunkan Harga PCR!

Bos AirAsia Tuduh Pemerintah Terlalu Berlebihan Hadapi Varian Omicron: Lebih Baik Turunkan Harga PCR!

Bos AirAsia Tuduh Pemerintah Terlalu Berlebihan Hadapi Varian Omicron: Lebih Baik Turunkan Harga PCR!

DEMOCRAZY.ID - Bos maskapai penerbangan AirAsia, Tony Fernandes menuduh pemerintah di negara-negara Asia Tenggara bereaksi berlebihan pada varian Omicron dari Covid-19. Tony mengatakan pemerintah tidak perlu panik atas munculnya Omicron.


Hal itu ia sampaikan dalam pidato virtual di Forum Internasional Bangkok Post 2021 yang dijuluki "Melepas Masa Depan: Sekilas Menuju 2022 dan Setelahnya".


CEO AirAsia itu meminta pejabat pemerintah seharusnya fokus pada penurunan harga PCR yang saat masih sangat mahal.


“Ini reaksi berlebihan yang sangat besar. Kami belum tahu apa-apa tentang varian ini. Mari kita tunggu dan lihat sebelum kita melompat," kata Tony Fernandes, dikutip dari Bangkok Post, Sabtu, 2021.


Fernandes mengatakan dunia sekarang berada di tempat yang jauh lebih baik untuk mengendalikan virus dan menangani varian seperti Omicron, mengingat perawatan baru yang tersedia.


“Ada pil Merck dan pil Pfizer yang keluar. Kita divaksinasi. Ada booster yang tersedia. Saya merasa jauh lebih bullish, dan saya rasa tidak ada malapetaka dan suram," ujarnya.


"Pemerintah perlu menggunakan akal sehat dan melihat apa yang dibutuhkan. Saya pikir pembatasan perjalanan bersifat sementara dan dunia bersifat global. Tidak peduli seberapa banyak kita menutup perbatasan, virus akan menyebar," ucap Tony Fernandes.


Tony Fernandes juga mengecam mahalnya harga PCR yang menjadi syarat penerbangan di banyak negara. 


Ia menyebut tingginya harga PCR berisiko menghalangi calon pengunjung, tidak peduli berapa lama mereka merindukan liburan ke luar negeri.


"Tidak ada pemerintah yang memperhatikan biaya tes PCR. Tes PCR di Asia Tenggara sangat mahal. Tidak adil bagi penumpang untuk membayar biaya semacam itu. Tentu saja, kami ingin aman, tetapi buatlah sesederhana mungkin," ujarnya. [Democrazy/pkry]