LBP Berkilah Tak Ambil Untung di Bisnis PCR, Publik: Kalau Rakyat Aja Disalahkan Terus! | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Senin, 08 November 2021

LBP Berkilah Tak Ambil Untung di Bisnis PCR, Publik: Kalau Rakyat Aja Disalahkan Terus!

LBP Berkilah Tak Ambil Untung di Bisnis PCR, Publik: Kalau Rakyat Aja Disalahkan Terus!

LBP Berkilah Tak Ambil Untung di Bisnis PCR, Publik: Kalau Rakyat Aja Disalahkan Terus!

DEMOCRAZY.ID - Politisi Partai Demokrat, Cipta Panca belum lama ini turut menyoroti perihal pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan terkait keterlibatannya dalam bisnis tes PCR.


Kali ini, Cipta Panca nampak menanggapi bantahan Luhut Binsar Pandjaitan yang menurutnya mencla-mencle.


Perlu diketahui, Cipta Panca menanggapi pernyataan Luhut saat Christ Wamea juga turut mengomentari pernyataan Menkomarves tersebut.


Melalu akun Twitter pribadinya @PutraWadapi, dirinya nampak bingung dengan perkataan Luhut soal keuntungan dari bisnis tes PCR yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.


Padahal, sebelumnya Luhut menegaskan bahwa ia tidak mengambil keuntungan sama sekali dari bisnis tes PCR tersebut.


"Kemarin pernyataannya tdk ambil keuntungannya. Hari ini pernyataannya keuntungannya utk masyrkt tdk mampu," ujar Christ Wamea dilasnir dari akun Twitter @Putrawadapi pada Senin, 8 November 2021.


Unggahan Christ Wamea tersebut kemudian turut ditanggapi oleh politisi Partai Demokrat, Cipta Panca.


Dalam unggahannya, Cipta Panca nampak menyebut bahwa Luhut sudah gelagapan dalam menjawab tudingan tersebut.


"Udah gelagapan opung jawabannya mencla mencle," ujar Cipta Panca.


Lebih jauh, Cipta Panca menilai bahwa sebelumnya Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan selalu tegas etiap menjawab tudingan-tudingan yang diarahkan padanya.


"Biasanya dia yang ngegas, hahaha," katanya.


Unggahan tersebut lantas turut dibanjiri komentar dari netizen, banyak dari mereka yang seolah kini tak percaya dengan kinerja LuhutBinsar Pandjaitan.


"Orang yang melakukan kejahatan cenderung membuat pernyataan gagap," ujar akun @nyoiyekan.


"Masih percayakah dgn manusia macam ini," kata akun @firmanjz5.


"Mumet...mumet...muter muter car alesan," kata akun @Maman77059214.


"Seperti itulah jawaban orang yang tidak bertanggung jawab pung..pung," ujr akun @feriakbar18.


"Dan presiden pun diam..krik...krik...krik...krik...," ucap akun @imanrachmand.


"Masyarakat terus yg jadi tumbal, apa2 rakyat yg dijadikan alasan," ucap akunLBP Berkilah Tak Ambil Untung di Bisnis PCR, Publik: Kalau Rakyat Aja Disalahkan Terus!


Sebelumnya, Luhut membantah kabar keterlibatannya dalam bisnis tes PCR. Ia menegaskan tidak mengambil untung dari bisnis PCR, bahkan dalam bentuk dividen.


Kabar Luhut diduga terlibat bisnis tes PCR terkait dua perusahaan miliknya, yakni PT Toba Sejahtera dan PT Toba Bumi Energi mempunyai saham di Genomik Solidaritas Indonesia (GSI) Lab.


GSI didirikan Luhut tahun 2020 dengan tujuan membantu pemerintah mempercepat penanganan Covid-19


“Tidak ada maksud bisnis dalam partisipasi Toba Sejahtera di GSI. Apalagi Pak Luhut sendiri selama ini juga selalu menyuarakan. Agar harga tes PCR ini bisa terus diturunkan sehingga menjadi semakin terjangkau buat masyarakat,” ujar Jodi Mahardi, juru bicara Menko Marves.


Kelompok bisnis yang terkait dengan GSI adalah pengusaha mapan dan bergerak di sektor energi. GSI tidak dibentuk untuk mencari keuntungan bagi pemegang saham dan bertujuan mewujudkan aksi kewirausahaan sosial.


Luhut menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mengambil keuntungan dari bisnis tersebut.


Bahkan, katanya melanjutkan, keuntungan yang diperoleh GSI (Genomik Solidaritas Indonesia) lebih banyak dipakai untuk membantu masyarakat yang kurang mampu, khususnya dalam masalah tes swab.


"Hingga saat ini tidak ada pembagian keuntungan baik dalam bentuk dividen maupun dalam bentuk lain kepada pemegang sahamnya," terangnya.


"Keuntungan GSI justru banyak digunakan untuk memberikan tes swab gratis kepada masyarakat yang kurang mampu dan tenaga kesehatan di garda terdepan, termasuk di RSCD Wisma Atlet," terangnya. [Democrazy/galamed]