AGAMA POLITIK

Sindir Minimnya Peran Ma'ruf Amin Sebagai Wapres RI, Eks Elite Demokrat: Sekalinya Ngomong Paling soal Halal-Haram

DEMOCRAZY.ID
Juli 04, 2021
0 Komentar
Beranda
AGAMA
POLITIK
Sindir Minimnya Peran Ma'ruf Amin Sebagai Wapres RI, Eks Elite Demokrat: Sekalinya Ngomong Paling soal Halal-Haram

Sindir-Minimnya-Peran-Maruf-Amin-Sebagai-Wapres-RI-Eks-Elite-Demokrat-Sekalinya-Ngomong-Paling-soal-Halal-Haram

DEMOCRAZY.ID - Ferdinand Hutahaean mengkritik Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang ia nilai kurang mengambil peran dalam pemerintahan, khususnya dalam penanganan Covid-19.


Ferdinand menyebutkan bahwa Amien Rais sebenarnya dapat mengambil sedikit peran dengan mengajak dialog para ulama yang masih memperotes kebijakan Pemerintah terkait Covid-19.


Mantan politikus Partai Demokrat itu lantas menyindir soal kemunculan Amien Rais ke publik yang biasanya hanya berbicara seputar haram dan halal saja.


“Padahal kalau pak Wapres Kiyai Ma’ruf Amin mengambil peran sedikit saja, misalnya bicara dengan ulama-ulama yang msh melawan atau memprotes kebijakan pemerintah soal covid, tentu akan sangat membantu,” katanya melalui akun @FerdinandHaean3 pada Minggu, 4 Juli 2021.


“Tapi itupun tak dilakukan. Sekalinya ngomong paling soal halal haram,” lanjutnya.


Ferdinand membagikan pernyataannya itu bersama sebuah artikel berjudul ‘Jokowi Pontang-Panting Urus Covid-19, Ma’ruf Amien ke Mana?’.


Dalam artikel itu, Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernado Emas mempertanyakan keberadaan Wapres di tengah sibuknya pemerintahan menangani Covid-19.


“Selama ini yang terlihat pada masyarakat Indonesia hanya Jokowi yang menjalankan pemerintah,” ujar Fernando pada Jumat, 2 Juli 2021.


Menurutnya, Indonesia saat ini sangat membutuhkan kepemimpinan yang kuat dan saling mendukung.


Saat Jokowi bekerja keras menyelamatkan bangsa, maka Maruf Amin seharusnya bisa memainkan perannya dengan baik.


Akan tetapi, Fernando menilai bahwa yang terjadi saat ini justru sebaliknya, Wapres hanya diam dan tak menunjukkan tanda-tanda bekerja.


Oleh sebab itu, ddalam kondisi sekarang, ia menyarankan agar Maruf Amin mengundurkan diri dari istana


“Kalau ada di posisi Maruf Amin, untuk kepentingan bangsa dan negara, saya akan memilih mundur,” katanya. [Democrazy/hyt]

Penulis blog