Rocky Gerung: Nasib Manusia Memang Ditentukan di Langit, Tapi Negara Memperburuk Nasib Kita! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Senin, 19 Juli 2021

Rocky Gerung: Nasib Manusia Memang Ditentukan di Langit, Tapi Negara Memperburuk Nasib Kita!

Rocky Gerung: Nasib Manusia Memang Ditentukan di Langit, Tapi Negara Memperburuk Nasib Kita!

Rocky Gerung: Nasib Manusia Memang Ditentukan di Langit, Tapi Negara Memperburuk Nasib Kita!

DEMOCRAZY.ID - Akademisi dan pengamat politik Rocky Gerung kembali melontarkan kritik terhadap pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait kebijakan penanganan Covid-19 di Tanah Air.


Rocky menilai kegagalan penanganan Covid-19 di Indonesia berawal dari arogansi yang menganggap bahwa pandemi bisa diselesaikan secara birokratis.


"Tapi karena ada arogansi, ga mau pake otak menganggap bahwa bisa diselesaikan secara birokratis juncto oligarkis maka kita temui ke arah yang sekarang gitu," ujar Rocky dikutip dari diskusi Indonesia Leaders Talk yang tayang di saluran YouTube milik Mardani Ali Sera, Senin, 19 Juli 2021.


Selanjutnya kata Rocky, pemimpin itu perlu dengan pikiran bukan dengan kekuasaan apalagi kekuasaan yang marah-marah.


"Jadi terlihat bahwa pemimpin itu dengan pikiran, bukan dengan kekuasaan apalagi kekuasaan yang marah-marah," ujarnya.


Rocky menambahkan, Indonesia tidak mungkin memperoleh sebuah kebijaksanaan (wisdom) untuk menyelesaikan permasalahan selama oligarki masih yang menentukan.


"Indonesia tidak mungkin mendapatkan semacam wisdom selama oligarki itu yang menentukan decision making," jelasnya.


Ia menilai, Indonesia saat ini terjebak sehingga tidak tahu akan mengambil anggaran dari mana untuk penuntasan masalah kesehatan.


Padahal kata dia, Presiden diberi mandat yang memungkinkannya untuk membatalkan semua kebijakan.


"Tapi karena dia bukan leader dia adalah dealer maka dia tidak mampu untuk mengambil keputusan," kata Rocky.


Lantas dia mengungkit 'kekacauan' yang diduga terjadi dalam kabinet Presiden Jokowi.


Rocky mencontohkan soal pernyataan Menko PMK soal perpanjangan PPKM yang kemudian dibantah oleh pihak KSP.


"Bayangkan Menko ngomong, dibatalkan oleh jubir KSP, apa gak kacau negeri ini," kata dia.


Eks dosen Filsafat UI itu bahkan mengungkit soal kematian akibat Covid-19 yang akhir-akhir ini kerap terjadi bahkan memenuhi ruang-ruang media sosial.


"Jadi kalau setiap kali ada kematian dan setiap kali kita buka WA Grup itu pasti yang muncul pertama adalah Innalillahi wa innailaihi roji'un. Sesuatu yang memang itu adalah nasib manusia ditentukan di langit, tapi kebijakan negara ini yang memperburuk nasib kita, kan ini soalnya." pungkasnya. [Democrazy/pkr]