Murka Dibilang Rakyat Senang Kalau Dirinya Dipecat, Ngabalin: Dasar Barisan Sakit Hati, Otak Sungsang! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Sabtu, 24 Juli 2021

Murka Dibilang Rakyat Senang Kalau Dirinya Dipecat, Ngabalin: Dasar Barisan Sakit Hati, Otak Sungsang!

Murka Dibilang Rakyat Senang Kalau Dirinya Dipecat, Ngabalin: Dasar Barisan Sakit Hati, Otak Sungsang!

Murka Dibilang Rakyat Senang Kalau Dirinya Dipecat, Ngabalin: Dasar Barisan Sakit Hati, Otak Sungsang!

DEMOCRAZY.ID - Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin geram lantaran namanya disebut Ekonom senior Faisal Basri yang mengusulkan untuk membuat rakyat senang dengan memecat dirinya.


Melalui kicauan di akun jejaring media sosial Twitter pribadinya, Ngabalin menyindir Faisal Basri sebagai pihak ‘Barisan Sakit Hati’ atau yang disingkat BSH.


Ngabalin menilai, segerombolan orang yang sakit itu merupakan klaster baru sehingga yang terpapar membuat otaknya menjadi sungsang.


Dia pun mengimbau agar lebih berhati-hati dan waspada kepada sekelompok orang tersebut.


“Barisan Sakit Hati (BSH) ini klaster baru nama komunitas mereka. Kalau sudah terpapar biasanya agak sungsang otak mereka. Hati-hati dan waspada!,” kata Ngabalin, Sabtu 24 Juli 2021.


Faisal Basri sebut kalau Moeldoko dan Ngabalin dipecat bisa bikin rakyat senang


Sebagaimana diketahui sebelumnya, Faisal Basri mengusulkan agar dua tokoh di Istana dipecat karena kerap membuat kegaduhan di tengah pandemi Covid-19.


Adapun dua tokoh yang dimaksud ialah Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko dan Tenaga Ahli KSP Ali Mochtar Ngabalin.


Menurut Faisal Basri, masyarakat akan bangga dan mengapresiasi kinerja Presiden Joko Widodo apabila berani mendepak Moeldoko dan Ngabalin dari Istana.


“Pak Presiden Jokowi, niscaya rakyat akan apresiasi jika Bapak mengeluarkan Ngabalin dan Moeldoko dari Istana,” kicaunya di akun media sosial Twitter miliknya, @FaisalBasri, pada Jumat, 23 Juli 2021.


Selain itu, Faisal Basri juga menilai Moeldoko dan Ngabalin layak dipecat karena sering menghebohkan publik lewat aksi kontroversialnya.


Padahal belakangan ini rakyat sedang mengalami kesulitan akibat adanya badai pandemi Covid-19 serta kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat).


“Bapak Jokowi kan tidak suka dengan orang yang kerap bikin gaduh,” ujarnya. [Democrazy/hps]