Ceramah Tengku Zul Sebelum Wafat: Berhentilah Berprasangka Buruk ke Orang yang Sudah Meninggal | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Rabu, 12 Mei 2021

Ceramah Tengku Zul Sebelum Wafat: Berhentilah Berprasangka Buruk ke Orang yang Sudah Meninggal

Ceramah Tengku Zul Sebelum Wafat: Berhentilah Berprasangka Buruk ke Orang yang Sudah Meninggal

Ceramah-Tengku-Zul-Sebelum-Wafat-Berhentilah-Berprasangka-Buruk-ke-Orang-yang-Sudah-Meninggal

DEMOCRAZY.ID - Mantan Wasekjen MUI, Tengku Zul telah wafat usai berjuang melawan virus corona. 

Sebelum wafat, penceramah asal Medan ini sempat membahas soal orang yang sudah meninggal dalam sebuah ceramahnya.


Video ceramah Tengku Zul itu dibagikan pengguna Instagram Brigade.nu, seperti dilihat pada Rabu 12 Mei 2021.


Dalam video tersebut, tampak Tengku Zul berpesan kepada masyarakat agar jangan menjelek-jelekkan orang yang sudah meninggal.


Awalnya, ia menceritakan kisah Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang dituding pro zionis Israel.


"Saya tidak melihat Gus Dur pro zionis. Saya dan Gus Dur bersahabat. Tahu saya. Memang benar dia ketua Yayasan Simon Perez untuk membangun hubungan diplomatik dengan Israel. Tapi sampai dia wafat, dia gak buat (perjanjian) itu. Dia menolaknya dengan halus," ujar Tengku Zul dalam videonya tersebut.


Selanjutnya, Tengku Zul berpesan dalam videonya itu agar masyarakat jangan bersangka buruk kepada Gus Dur karena Presiden RI ke-4 itu telah lama wafat.


"Berhentilah bersangka buruk pada yang sudah wafat. Kalau masih hidup boleh kita kritik sekeras apapun. Kita kritik ke pejabat negara sekeras apapun itu boleh, karena itu dilindungi UUD 45," tuturnya.


Ia juga mengingatkan agar kritik ke pejabat negara jangan dibumbui dengan prasangka yang buruk kepada yang bersangkutan.


"Asal jangan bersangka buruk, kritik saja atau tanya tulis kalau nggak jelas, tanda tanya gitu. Soal dia nggak mau jawab itu sudah bukan urusan kita. Kita sudah tanya, sudah sampaikan, tulis surat terbuka biar jawabannya dibawa semua orang. Dia jawab syukur, nggak dijawab sudah sampai kewajiban kita," ungkap Tengku Zul.


Diketahui, usai Tengku Zul wafat sejumlah pihak menyampaikan belasungkawa namun dibumbui dengan nyinyiran terhadap mantan petinggi MUI itu.


Salah satu pihak yang melontarkan nyinyiran terhadap almarhum yakni Krisna Mukti. 


Meskipun ia mengucapkan duka namun aktor pria tersebut juga menyertakan kalimat bernada sindiran terhadap Tengku Zul.


"Semoga husnul khotimah, akhirnya cita-cita ketemu 72 bidadari surga tercapai (kalau masuk sih)," ujarnya. [Democrazy/trk]