Begini Tanggapan Refly Harun Soal Pertemuan UAS-Cak Nun | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Senin, 24 Mei 2021

Begini Tanggapan Refly Harun Soal Pertemuan UAS-Cak Nun

Begini Tanggapan Refly Harun Soal Pertemuan UAS-Cak Nun

Begini-Tanggapan-Refly-Harun-Soal-Pertemuan-UAS-Cak-Nun

DEMOCRAZY.ID - Ahli hukum tata negara Refly Harun berharap komunikasi Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) dan Ustaz Abdul Somad (UAS) terus terjalin. 

Menurutnya, hal ini demi terciptanya 'Koalisi Kebaikan'.


Refly membahas berita tentang pertemuan perdana Cak Nun dan UAS setelah puluhan tahun hanya kenal nama. 


"Saya berharap dari Cak Nun dan UAS ini terus ada jalinan komunikasi untuk membuat Koalisi Kebaikan," kata Refly di Channel YouTube Refly Harun, Senin (24/5/2021).


Menurut Refly, Koalisi Kebaikan ini bukan koalisi yang ingin berkuasa. 


Menurutnya, di Republik ini paling jarang bagaimana orang berkoalisi dan beraliansi untuk kebaikan. 


"Untuk kepentingan ekonomi politik banyak, tapi untuk kebaikan yang tidak banyak," ujarnya.


Refly menilai, Cak Nun sudah belasan tahun tidak mau tampil di permukaan. Tidak mau tampil di televisi. 


Dia hanya banyak berceramah di kalangan kampung, rakyat, dan lain sebagainya. 


Sementara, UAS sedang booming dan banyak pengikutnya. 


Bahkan, pada Pilpres 2019 dia termasuk yang dicalonkan sebagai cawapres namun tak bersedia. 


UAS pun akhirnya mendukung Prabowo Subianto.


"Tapi, kalau kita bicara Koalisi Kebaikan, tidak ada salahnya, karena negeri ini membutuhkan lebih banyak orang-orang berani, kritis, mengingatkan pemerintahan, tetapi tanpa pamrih, tanpa keinginan untuk katakanlah mendapatkan keuntungan baik politik maupun ekonomi. Kita butuhkan itu," kata Refly.


Refly Harun pun berharap Cak Nun dan UAS tetap berkontribusi membangun bangsa ini dan mengingatkan penguasa. 


"Dan mudah-mudahan tidak ada salahnya juga kalau mereka mempromosikan orang-orang baik agar negara ini diperintah oleh orang-orang baik," ujarnya. [Democrazy/sdnw]