-->

Breaking

logo

Minggu, 03 Januari 2021

Polemik Pembubaran FPI, Ucapan Selamat Pada Pemerintah Dibakar Warga di Bireuen Aceh

Polemik Pembubaran FPI, Ucapan Selamat Pada Pemerintah Dibakar Warga di Bireuen Aceh

Polemik Pembubaran FPI, Ucapan Selamat Pada Pemerintah Dibakar Warga di Bireuen Aceh
DEMOCRAZY.ID - Spanduk ucapan selamat kepada pemerintah Jokowi-Ma’ruf Amin yang telah membubarkan Front Pembela Islam (FPI) di Kabupaten Bireuen, Aceh, dicopot dan dibakar warga.

Sejumlah spanduk tersebut dibakar lantaran tak jelas siapa yang memasang dan dianggap meresahkan warga di sana.


Spanduk yang mengatasnamakan masyarakat dengan tulisan ‘Kami Masyarakat Kecamatan Mendukung Pemerintah Dalam Membubarkan FPI’ bertebaran di berbagai lokasi.


Dari pantauan, spanduk itu dipasang di beberapa titik lintas Jalan Medan-Banda Aceh.


Yaitu di Matang Glumpangdua, Kecamatan Peusangan, Kecamatan Peudada, Kecamatan Jeunib, tepatnya di depan Polsek Jeunieb dan di Kecamatan Simpang Mamplam.


Spanduk yang dipasang di pagar Kantor Camat Simpang Mamplam berbeda narasi tulisannya dengan spanduk lainnya.


Dan tertulis jelas di spanduk tersebut mengatasnamakan Paguyuban Anti Radikalisme.


Spanduk tersebut meresahkan warga Bireuen, dan diduga ada upaya adu domba hingga sejumlah masyarakat dan pemuda mencopot serta membakarnya.


Sejumlah warga tidak terima nama masyarakat Bireuen dicatut.


Seorang warga Jeunieb, Tengku Saiful Hidayat di sela-sela pencopotan spanduk mengatakan, tidak terima atas pemasangan spanduk ini.


Dia menyebut spanduk-spanduk tersebut sudah mencoreng nama baik masyarakat Jeunieb. Bahkan, pimpinan desa setempat tidak tahu atas pemasangan spanduk ini dan ia juga mendukung atas pencopotan spanduk tersebut.


“Kami berharap propaganda seperti ini tidak terjadi lagi di kalangan masyarakat Jeunieb,” kata Saiful.


Sementara warga Simpang Mamplam, Tengku Azhari menyebutkan, tidak tahu siapa yang memasang spanduk ucapan terima kasih kepada pemerintah yang telah bertindak tegas membubarkan FPI.


Dia mengatakan, mereka juga mendukung pembubaran FPI apabila organisasi itu memeras atau mengorupsi uang rakyat.


Menurutnya, hingga saat ini kehadiran FPI di wialyahnya tidak terlihat sebagai pengacau di kalangan masyarakat.


Bahkan mereka merupakan ujung tombak yang selalu membantu masyarakat Aceh di saat terjadi bencana seperti tsunami 2004.


“Masyarakat Bireuen tidak pernah terlibat dan mendukung pembubaran FPI. Karena meresahkan dan ada upaya mengadu domba masyarakat, spanduk yang bertuliskan ucapan mendukung itu dicopot dan dibakar,” kata Tengku Azhari. [Democrazy/psid]