-->

Breaking

logo

Minggu, 31 Januari 2021

Keluarga Mak Erot Tagih Janji Eks Menkes Terawan Terkait Wisata Kesehatan

Keluarga Mak Erot Tagih Janji Eks Menkes Terawan Terkait Wisata Kesehatan

Keluarga-Mak-Erot-Tagih-Janji-Eks-Menkes-Terawan-Terkait-Wisata-Kesehatan
DEMOCRAZY.ID - Pada 19 November 2019 silam, Kementrian Kesehatan melalui menteri terdahulu Terawan Agus Putranto, sempat mewacanakan akan mengembangkan wisata kebugaran. 

Selain tongkat ali, purwaceng atau jamu, Terawan juga menyebut nama sang legenda pembesar alat vital yakni Mak Erot sebagai potensi yang bisa dikembangkan menjadi wisata kebugaran.



Terawan melepas jabatannya, Menkes kemudian dijabat Budi Gunadi Sadikin. 


Lantas wacana itu seolah menguap begitu saja dan tak lagi ramai diperbincangkan, hal itu mengusik tanya dari keluarga besar almarhumah Mak Erot yang kini melanjutkan jejak sang legenda.


"Dulu Pak Menkes (Terawan) pernah mengeluarkan pernyataan, bahwa akan membuat wisata kebugaran Mak Erot nah ternyata menteri nya sekarang sudah lengser diganti. Pertanyaan kami apakah rencana tersebut akan dilanjutkan atau tidak," kata H.M Otong putra dari Hj Siti Aenah anak ke 6 Mak Erot, Minggu (31/1/2020).


Menurut Otong pertanyaan dari keluarga pewaris 'reparasi' alat vital itu sangat berdasar karena pihak keluarga sudah menantikan wacana itu dijalankan.


"Kami keluarga besar emak yang khusus putra-putrinya itu ada 7 orang, tiga di antaranya sudah wafat dan empat masih menjadi praktisi pembesar alat vital belum lagi cucu-cucunya. Semua pusat kebugaran itu adanya di Kampung Cigadog, Desa Caringin, Kabupaten Sukabumi. Kami tentu sangat senang dan menyambut wacana itu bisa dilakukan oleh Pak Menkes yang sekarang," jelas Otong.


Praktik pembesaran alat vital sendiri saat ini masih dijalankan. Anak-cucu Mak Erot bahkan mengembangkan sayap hingga ke beberapa kota besar di Indonesia. 


Otong sendiri mengaku fokus menjalani aktivitasnya itu di Kota Medan, selain di tempat asal Mak Erot di Cisolok.


Sementara itu, Hj Siti Aenah juga mengutarakan keinginan senada. Ia berharap wacana pengembangan wisata kebugaran itu direalisasikan. 


Menurutnya hal itu akan membuat Kampung Cigadog ramai dikunjungi wisatawan, bahkan ketika wacana itu digaungkan banyak tamu datang meski untuk sekedar menelusuri ragam peninggalan Mak Erot.


"Ya kami senang tentunya, sebagai bagian dari garis keturunan emak sekaligus pewaris ilmu emak. Karena memang, kemampuan emak itu bukan hanya sebatas legenda saja tapi juga bisa dibuktikan sendiri kalau apa yang kami lakukan merupakan ilmu warisan bukan menggunakan kimia apalagi suntikan, murni terapi dan alami dengan garansi kepada yang ingin menjajal langsung," kata Aenah.


Penelusuran detikcom di Kampung Cigadog, anak-anak Mak Erot terdapat sebanyak 7 orang. 


Mereka adalah Mak Khodijah (Alm), Mista (Alm), Abad (alm), Tobi, Buyak, Aenah dan Nahrudin. 


Selain terjun sendiri, putra-putri Mak Erot juga mewariskan ilmunya itu ke anak-anak mereka.


Sebelumnya, Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerjasama dalam mengembangkan Wisata Kesehatan karena melihat adanya perkembangan perjalanan wisata dengan tujuan wisata medis. 


Pariwisata kesehatan khususnya kebugaran dipercaya memiliki prospek yang berkembang pesat di masa depan.


Menteri Kesehatan saat itu, Terawan Agus Putranto dalam kesempatan tersebut mengatakan akan memprioritaskan pengembangan wisata kebugaran dan jamu karena dinilai memiliki prospek kesehatan, budaya, dan ekonomi yang tinggi.


"Kalau wisata kebugaran dan jamu inilah yang harus kita masyarakat terus. Kita punya industri jamu yang hebat-hebat tapi nggak pernah kita munculkan. Contohnya mau tongkat ali, purwaceng, mau Mak Erot, di situ kita kemas dengan baik, wisatawan pasti datang," kata Menkes saat dijumpai di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, Selasa (19/11/2019). [Democrazy/dtk]