WOW! Lokasi Judi di Semarang Dekat Akpol Miliki Ratusan Mesin Kasino, Omzetnya Rp4 M Per Malam, Terbesar di Jateng | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News

Breaking

logo

29 Agustus 2022

WOW! Lokasi Judi di Semarang Dekat Akpol Miliki Ratusan Mesin Kasino, Omzetnya Rp4 M Per Malam, Terbesar di Jateng

WOW! Lokasi Judi di Semarang Dekat Akpol Miliki Ratusan Mesin Kasino, Omzetnya Rp4 M Per Malam, Terbesar di Jateng

WOW! Lokasi Judi di Semarang Dekat Akpol Miliki Ratusan Mesin Kasino, Omzetnya Rp4 M Per Malam, Terbesar di Jateng

DEMOCRAZY.ID - Seorang pria berinisial D membuat pengakuan mengejutkan terkait lokasi judi di Semarang Jawa Tengah.


Pria yang sering berhubungan dengan polisi dalam menangani praktek judi 303, baik judi darat maupun judi online itu menyebut ada dua lokasi judi di Semarang yang sangat besar.


Video Pengakuan D dibagikan dan disiarkan melalui di kanal Youtube QUOTIENT TV, pada 26 Agustus 2022.


D yang didampingi advokat sekaligus pendiri kantor pengacara LQ Lawfirm, Alvin Lim menyebut lokasi judi di Semarang terletak di dalam kota.


Ada yang berada di Jalan Hasanuddin dan ada pula yang berada di wilayah Kelurahan Candi.


Menurutnya, lokasi judi di Semarang sangat dekat dengan Akademi Kepolisian atau Akpol Semarang dan kantor Polsek.


Ia menyebut lokasi judi terbesar di Jawa Tengah itu dibekingi oleh AKBP Jerry Raymond Siagian atas nama Ferdy Sambo.


“Di Semarang itu kan ada dua perjudian yang besar, mesin-mesin itu, ada ratusan mesin kasino. Itu Jerry juga yang bikin,” ucap D, Senin (29/8).


Ia heran lokasi judi terbesar di Semarang itu tidak pernah digerebek. Padahal, lokasinya dekat dengan Akpol dan Polsek.


“Hanya 1.200 meter dari gedung Akpol. Lokasi perjudian besar, mesin-mesin judi ada ratusan. Kenapa tidak ditangkap?,” tanya D keheranan.


Dijelaskan D, pernah ada polisi datang di ke tempat itu, kemudian pemilik lokasi judi langsung menelepon Jerry Siagian. Jerry kemudian meminta polisi itu pulang.


“Jerry bilang ‘Pak itu kawasan Ferdy Sambo’. Gila gak? Kawasan artinya wilayah dia ya. Akhirnya polisi itu pulang,” beber D.


“Padahal kalau dipikir, masak gedung Akpol hanya 1.200 meter, Polsek hanya 600 meter, masak ndak tahu di situ ada perjudian besar,” tambahnya.


Ia mengapresiasi langkah kepolisian yang telah melakukan penangkapan pelaku judi di berbagai daerah sejak Ferdy Sambo ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Brigadir Joshua Hutabarat.


Kendati demikian, D berharap aparat kepolisian jangan hanya menangkap pelaku judi yang kecil-kecil, sementara bisnis judi besar tetap bebas.


“Jangan ada orang main Rp 100 perak, main koin ditangkap, mau cari prestasi? Coba lihat sekarang, di daerah yang ditangkap itu kan, receh,” katanya.


Ia menantang aparat kepolisian membongkar praktik perjudian besar di Semarang yang jaraknya cukup dekat dari gedung Akpol Semarang dan Polsek.


“Kayak di Semarang, kenapa tidak berani tangkap yang di kafe LI dan Candi? Itu kan yang paling besar. Satu malam bisa menghasilkan Rp 3 miliar sampai Rp 4 miliar. Kenapa tidak ditangkap itu?,” tanya D.


“Yang ditangkap judi online di Tegal, di Demak, di omzetnya itu Rp 15 ribu, ngapain. Sedangkan di dalam kota itu di komplek Hasanuddin, kafe LI itu omsetnya per malam itu puluhan miliar lho,” ucapnya.


Sebelumnya, Kapolri Jenderal Sigit Prabowo mengancam akan mencopot kapolres, kapolda, dan jenderal di Mabes Polri yang membekingi praktek perjudian.


“Saya tidak memberikan toleransi kalau masih ada kedapatan, pejabatnya (bekingi judi), saya copot. Saya tidak peduli apakah itu Kapolres, apakah itu Direktur, apakah itu Kapolda, saya copot,” tegas Listyo saat memberikan arahan melalui video vonference beberapa waktu lalu.


Listyo menegaskan tidak akan segan-segan mencopot pejabat di Mabes Polri yang terbukti membekingi judi online.


“Demikian juga di Mabes tolong untuk diperhatikan akan saya copot juga,” tegas Listyo Sigit.


Bagaimana dengan lokasi judi di Semarang yang disebut terbesar di Jawa Tengah, apakah akan digerebek dan pemilik lokasi akan ditangkap? Tunggu saja aksi dari aparat kepolisian. 



[Democrazy]