Breaking

logo

24 Mei 2022

Ketimbang Menanam Padi atau Menyalurkan Bantuan, Pengamat Sarankan Puan Main TikTok Saja

Ketimbang Menanam Padi atau Menyalurkan Bantuan, Pengamat Sarankan Puan Main TikTok Saja

Ketimbang Menanam Padi atau Menyalurkan Bantuan, Pengamat Sarankan Puan Main TikTok Saja

DEMOCRAZY.ID - Pengamat politik Harits Hijrah Wicaksana menyarankan, Puan Maharani perlu membangun elektoral melalui media sosial. 


Menurut dia, di era digitalisasi tentu ruang terbuka yang bersentuhan dengan masyarakat melalui pemanfaatan media sosial bisa digunakan.   


Media sosial itu, seperti Instagram, Tik Tok, Facebook, Twitter, dan lainnya


Pemanfaatan digitalisasi itu tentu bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat dibandingkan menanam padi atau menyalurkan bantuan.


Sebelumnya, Harits menyarankan Puan Maharani tidak mencalonkan presiden atupun wakil presiden dalam kontestasi Pemilu 2024 mendatang. 


Pengamat politik Harits Hijrah Wicaksana menilai, elektabilitas puan yang disampaikan sejumlah lembaga survei terbilang masih rendah.


Kalah jika dibandingkan tokoh lain seperti Prabowo, Sandiaga Uno, Anies Basweda, AHY dan Erick Thohir.


Puan, kata Harits, lebih baik menjadi sosok jiwa negarawan dan tidak mencalonkan sebagai presiden maupun wakil presiden.  


"Elektoral Puan dari hasil berbagai lembaga survei ternama antara 2,6 sampai 3,1 persen. Itu juga terkatrol oleh jabatan Ketua DPR RI dan sosialisasi dengan memasang baliho di seluruh Indonesia," kata Harits, Selasa, 24 Mei 2022.  


Dengan pencapaian elektoral seperti itu, tentu Puan Maharani sangat berat jika dipaksakan untuk bersaing pada Pilpres 2024.


Meski sudah menjabat anggota DPR RI, Menteri hingga Ketua DPR RI, namun kinerja Puan seperti biasa-biasa saja dan belum menunjukkan leadership yang dibutuhkan Indonesia.


Figur yang tepat sosok putri Megawati Soekarnoputri itu seorang dengan jiwa negarawan dan tokoh politik nasional yang membawa kedamaian.


Apabila, terjadi konflik politik mampu menjembatani, menengahi dan menyelesaikan permasalahan konflik itu.


"Potensi itu dimiliki Puan untuk mendamaikan konflik karena jiwa keibuan itu," katanya pula. [Democrazy/fin]