Eks Jubir Presiden Beberkan Penyebab BuzzeRp Akhir-akhir Ini Kembali Banyak Bermunculan - DEMOCRAZY News
POLITIK

Eks Jubir Presiden Beberkan Penyebab BuzzeRp Akhir-akhir Ini Kembali Banyak Bermunculan

DEMOCRAZY.ID
Juli 30, 2021
0 Komentar
Beranda
POLITIK
Eks Jubir Presiden Beberkan Penyebab BuzzeRp Akhir-akhir Ini Kembali Banyak Bermunculan

Eks Jubir Presiden Beberkan Penyebab BuzzeRp Akhir-akhir Ini Kembali Banyak Bermunculan

DEMOCRAZY.ID - Mantan juru bicara Presiden Abdurahman Wahid alias Gus Dur, Adhie Massardi mengungkapkan maraknya BuzzerRp akhir-akhir ini.


Hal tersebut diungkapkannya melalui akun twitter @AdhieMassardi, Kamis malam, 29 Juli 2021.


Pemberian gelar King of Lip Service kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari Badan Eksekutif Manusia (BEM) Universitas Indonesia (UI) membuat partai koalisi terguncang.


Menurutnya, hal tersebut membuat sejumlah partai koalisi mulai mengambil jarak karena khawatir partainya ikut terbawa-bawa.


"Mereka mulai ambil jarak. Takut partainya ikut busuk," cuit Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) ini.


Ia menyebutkan, PDIP memilih jalan untuk melawan.


"Parpol lain tiarap. Ogah lagi bela-bela rezim yg kedodoran di banyak sektor," ujarnya.


"Ini sebabnya BuzzerRp marak lagi," tandasnya.


Hal itu menanggapi Ketua DPR RI Puan Maharani kini mulai tajam mengkritik kinerja pemerintahan Jokowi, khususnya dalam penanganan pandemi Covid-19.


Pemerintah dianggap gagal untuk segera memulihkan kepercayaan masyarakat di tengah pandemi.


Sementara itu Peneliti dari Indonesia Political Opinion (IPO) Catur Nugroho menyatakan, buzzer politik memang memiliki agenda negatif dan harus dilawan karena cukup meresahkan masyarakat.


"Buzzer kerap menyebar informasi yang sengaja salah, artinya untuk merugikan pihak lain (disinformasi)," ujarnya.


Sehubungan hal itu, ia menyarankan agar masyarakat membekali diri dengan pemahaman lebih luas terhadap suatu informasi.


"Sebenarnya masyarakat bisa menggali informasi lebih lanjut mengenai suatu informasi dari portal berita terpercaya. Di sana akan banyak data yang lebih lengkap," jelasnya. [Democrazy/pkr]

Penulis blog