Rizal Ramli & Rocky Gerung Ditantang Debat Soal Haji 2021, Refly Harun: Jangan Sampai Mereka Nanti Malah Dikriminalisasi! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Rabu, 09 Juni 2021

Rizal Ramli & Rocky Gerung Ditantang Debat Soal Haji 2021, Refly Harun: Jangan Sampai Mereka Nanti Malah Dikriminalisasi!

Rizal Ramli & Rocky Gerung Ditantang Debat Soal Haji 2021, Refly Harun: Jangan Sampai Mereka Nanti Malah Dikriminalisasi!

Rizal-Ramli-dan-Rocky-Gerung-Ditantang-Debat-Soal-Haji-2021-Refly-Harun-Jangan-Sampai-Mereka-Nanti-Justru-Dikriminalisasi

DEMOCRAZY.ID - Pembatalan haji 2021 membuat sejumlah tokoh ternama memberikan berbagai kritik kepada pemerintah. 


Dua di antara mereka adalah Rocky Gerung (pengamat politik) dan Rizal Ramli (ekonom senior).


Rocky Gerung (RG) menilai pemerintah Arab Saudi jengkel dengan Indonesia karena berbagai persoalan, termasuk soal Habib Rizieq Shihab (HRS) dan sebutan kadrun (kadal gurun) dari para pendukung pemerintah kepada oposan.


Sementara, Rizal Ramli (RR) sebelumnya menilai dana jemaah haji telah digunakan untuk keperluan lain.


Terkait dengan kritikan tersebut, DPR RI menentang seluruh pihak yang menyebarkan isu soal haji untuk berdebat atau berdialog secara terbuka. Termasuk, Rocky Gerung dan Rizal Ramli.


Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto menilai pentingnya kegiatan tersebut agar tidak terjadi informasi yang menyesatkan bagi calon jemaah haji.


Ahli hukum tata negara, Refly Harun lantas memberikan tanggapannya terkait debat tersebut melalui Youtube Refly Harun baru-baru ini. 


Menurut Refly, jika terjadi perbedaan pendapat maka kita tetap harus menjaga nilai demokrasi.


“Kalau terjadi perbedaan pendapat di masyarakat seperti ini, alangkah baiknya kita tetap menjaga demokrasi kita,” ucapnya dilansir Rabu, 9 Juni 2021.


Advokat satu ini berharap tidak ada sekelompok yang mengadukan orang seperti RG dan RR ke pihak berwajib.


“Jangan sampai ada upaya sekelompok masyarakat yang kerjanya mengadu ke polisi, mengkriminalkan orang, mengadu ke Bareskrim,” tuturnya.


Menurut Refly, informasi yang saat ini beredar adalah informasi simpang siur, seperti kabar dana haji digunakan untuk infrastruktur.


“Karena hal-hal seperti ini kan sebenarnya (adalah) informasi yang berseliweran, sebagai contoh misalnya spekulasi tentang penggunaan dana haji untuk infrastruktur. Itu kan berita yang sudah berkembang,” jelasnya.


Namun saat ini ketika pihah BPKH mengatakan dana haji aman, kita tentu harus melihat hal ini dengan kritis.


“Sekarang ketika misalnya Anggito Abimanyu sebagai kepala BPKH mengatakan, tidak ada yang diinvestasikan untuk infrastruktur, maka ya kita pun harus kritis melihatnya,” ungkap Refly.


Karena, Refly menuturkan, publik tidak tau ke mana uang itu dialirkan saat ini.


“Jadi kalau dikatakan di tempatkan di bank Syariah dan di instrumen keuangan, memang betul barangkali, tapi kan kita tidak tau dari bank Syariah ke mana,” imbuhnya.


Jadi Refly berkesimpulan, jangan sampai nantinya RR dan RG dikriminalisasi karena berbeda pangdangan dengan pemerintah


“Jangan sampai kemudian tiba-tiba ada informasi dari versi pemerintah berbeda dengan para pengamat, tiba-tiba pengamat dikriminalisasi, karena infonya beda dengan pemerintah,” kata Refly. [Democrazy/gmd]